Koloni Tawon Pembunuh Berhasil Ditemukan dan Dibasmi

Tim Editor

Ilustrasi: spesies tawon pembunuh raksasa (Vespa mandarinia) sanggup membunuh sekawanan lebah madu dalam hitungan jam. (Foto: Bianca Berg/Unsplash)

ERA.id - Sarang tawon pembunuh berukuran raksasa berhasil dimusnahkan dua hari setelah ditemukan di negara bagian Washington, Amerika Serikat, seperti dilaporkan oleh CNN, Minggu (25/10/2020).

Kawanan tawon pembunuh (Asian giant hornet) ditemukan oleh entomolog dari Departemen Pertanian Negara Bagian Washington (WSDA), pada Kamis pekan lalu pukul 4 siang waktu setempat. Sarang tersebut terletak di dalam sebuah lubang pohon tua yang tumbuh di halaman rumah di kota Blaine.

WSDA, seperti dilansir CNN, melacak keberadaan sarang tawon tersebut dengan menempatkan alat pelacak sinyal radio pada tubuh beberapa tawon yang mereka tangkap. Belakangan mereka menemukan lusinan tawon terbang keluar masuk ke dalam lubang pohon tua.

Upaya untuk membasmi sarang tawon pembunuh itu berjalan Sabtu lalu dan, berdasarkan sebuah pernyataan dari WSDA, "kelihatannya telah berjalan sukses." WSDA mengakui personel program pengendalian hama mereka telah "menyedot sejumlah spesimen" dari dalam sarang tawon tersebut.

Pemilik rumah tersebut juga sudah mengijinkan departemen pertanian setempat untuk membasmi sarang tawon yang dimaksud, atau merobohkan pohon bila perlu.

Spesies Asian giant hornets (lat. Vespa mandarinia), pertama kali ditemukan di negara bagian Washington, Desember tahun lalu, meski spesies dari filum arthropoda ini tidak memiliki habitat asli di Negeri Paman Sam. Sebagai respon, WSDA lantas memasang sejumlah perangkap di seantero negara bagian Washington dengan dibantu sejumlah warga. Tawon pembunuh pertama berhasil ditangkap pada Juli lalu.

Beberapa ekor tawon pembunuh, yang memiliki ukuran tubuh terbesar di jenisnya, sanggup membunuh satu kawanan lebah madu dalam "hitungan jam", kata WSDA. Mereka biasanya membangun sarang di tanah, namun, juga banyak ditemukan di pepohonan yang telah mati.

Tag: yang unik amerika serikat serangan hewan

Bagikan: