Mesin Kapsul Pertama SpaceX Berhasil 'Mendarat' di Stasiun Luar Angkasa

Tim Editor

Mesin kapsul Crew Dragon saat hendak menjalankan 'docking' ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, Senin (16/11/2020), pukul 23.00 waktu Amerika Serikat. (Foto: SpaceX)

ERA.id - Mesin kapsul Crew Dragon buatan perusahaan roket Amerika Serikat, SpaceX, berhasil 'mendarat' dengan lembut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) setelah menjalani 27 jam perjalan sejak lepas landas pada Minggu (15/11/2020) pukul 19:27 waktu AS.

Crew Dragon, yang menampung empat orang astronot, berhasil menghubungkan diri ke jalur dock pada Senin pukul 23.00 waktu AS.

Setelah proses penghubungan, atau 'docking' selesai, keempat astronot - Michael Hopkins, Victor Glover, dan Shannon Walker dari NASA, serta Soichi Noguchi dari badan antariksa Jepang - akan mengikuti 'upacara penyambutan' pada pukul 01.40 dini hari waktu AS. Setelah itu, para astronot bisa keluar dari mesin kapsul mereka.

Keempat astronot ini akan bergabung dengan astronot NASA Kate Rubins dan dua astronot Rusia, Sergey Ryzhikov dan Sergey Kud-Sverchkov, yang telah lebih dulu berada di ISS sejak bulan lalu, menggunakan roket Soyuz milik Rusia.

Proses docking ini akan menjadi akhir sesi pertama misi bersejarah antara NASA dan SpaceX, yang telah bekerja selama satu dekade terakhir agar AS bisa mengirimkan astronotnya ke luar angkasa secara mandiri dan agar jumlah staf di ISS mencukupi.

Sebanyak 13 astronot berada di stasiun luar angkasa tersebut pada tahun 2009. Namun, angka tersebut kadang berkurang, bahkan pernah mencapai angka tiga orang kru, sehingga sejumlah eksperimen ilmiah di ISS agak sulit dilakukan. Selain itu, ISS juga memerlukan lebih banyak astronot agar tetap terawat.

Misi peluncuran roket pada Minggu lalu juga menjadi tonggak bagi perusahaan SpaceX yang pada Mei lalu telah melakukan ujicoba dengan membawa dua astronot NASA, Douglas Hurley dan Robert Behnken, untuk tinggal sebentar di ISS.

Keikutsertaan astronot Victor Glover dalam misi NASA-SpaceX juga memiliki nilai historis, seperti disampaikan oleh CNN. Meski sebelumnya telah ada belasan astronot kulit hitam Amerika yang pergi ke luar angkasa sejak Guion Bluford memulainya di tahun 1983, Glover adalah astronot kulit hitam pertama yang akan menjadi kru full-time dari ISS. Ini juga merupakan pertama kalinya Glover berada di luar angkasa.

Meski teknisi di pusat misi SpaceX perlu membenahi beberapa problem teknis minor di mesin kapsul Crew Dragon, proses penerbangan roket ini berjalan relatif lancar selama hari Senin. Seperti disampaikan CNN, para astronot bisa mengganti pakaian dan tidur sejenak sembari mesin kapsul mereka meningkatkan tingkat orbit perlahan-lahan secara otomatis.

Para astronot di Crew Dragon, atau disebut Crew-1, bakal tinggal di ISS selama enam bulan. Selama itu mereka akan mengerjakan sejumlah penelitian ilmiah dan pergi ke luar stasiun, atau biasa disebut 'space walks', untuk memperbarui atau memperbaiki sisi luar instalasi luar angkasa tersebut.

Sebelum mereka kembali ke Bumi, mereka terlebih dahulu akan menyambut satu grup astronot lainnya, yang dijadwalkan berangkat ke ISS pada musim semi tahun 2021.

Tag: spacex nasa luar angkasa

Bagikan: