Rumah Hasil Teknik '3D Printing', Eco-Friendly di Padang Gurun California

Tim Editor

Rumah yang dibangun oleh Mighty Buildings menggunakan teknik 3D printing memiliki fasilitas kolam renang di halaman belakang. (Foto: Might Buildings/Instagram)

ERA.id - Lanskap padang gurun di Lembah Coachella di California, Amerika Serikat, kelak bakal menjadi pemukiman pertama di AS di mana seluruh rumahnya dibangun tidak dengan batu bata atau batako, namun, lewat teknologi cetak tiga dimensi, atau 3D printing.

Lewat kerja sama antara dua perusahaan asal California, yaitu perusahaan hunian Palari dan firma teknologi konstruksi Mighty Building, lahan seluas lima are di Rancho Mirage bakal diisi dengan 15 rumah cetak 3D yang diklaim ramah lingkungan.

"Ini akan menjadi pewujudan pertama atas pandangan kami mengenai masa depan ruang hunian," sebut Alexey Dubov, salah satu pendiri dan kepala operasi Might Buildings, dilansir dari The Guardian.

Mighty Buildings, yang bermarkas di kawasan Oakland, AS, menggunakan mesin cetak 3D raksasa seukuran garasi rumah. Mereka memakai material bangunan yang mudah mengeras, sehingga material atap, lapisan penahan panas, hingga ornamen luar bangunan bisa dibangun dalam satu kali jalan.

Dalam membangun rumah 3D ini, 80 persen proses bisa dijalankan secara otomatis via mesin cetak, klaim Might Buildings. Selain itu, waktu pembangunan bisa dihemat hingga 95 persen, dan limbahnya 10 kali lebih efektif dibanding dengan proses konstruksi rumah konvensional.

Alat print 3D milik perusahaan ini sanggup mencetak rumah dengan luas 350 kaki (setara 106 meter persegi) dalam waktu kurang dari 24 jam, kata Sam Ruben, pendiri sekaligus kepala teknologi lestari dari Might Buildings. Mesin-mesin cetak 3D bahkan masih bekerja di malam hari ketika para tukang sudah terlelap.

"Saat ini, kami lebih dibatasi oleh akses jalanan menuju ke bangunan daripada kemampuan kami dalam mencetak rumah," kata Ruben.

Rumah-rumah di Rancho Mirage sendiri akan memiliki gaya arsitektur modern era pertengahan abad ke-20. Tiap kompleks rumah akan terdiri dari tiga kamar tidur, dua kamar mandi utama untuk rumah utama, serta dua kamar tidur dan satu kamar mandi untuk rumah sekunder.

Lahan setiap rumah seluas 3.048 meter persegi itu juga akan dilengkapi dengan kolam renang di halaman belakangnya. Pemilik rumah juga bisa membayar lebih untuk menambahkan cabana, hot tub, perapian, hingga shower luar ruangan.

Soal harganya, bisa dibilang ini belum menjadi opsi yang ekonomis. Satu rumah dengan model 3 kamar tidur dipatok dengan harga 595 ribu dolar AS (Rp8,58 miliar).

Pembangunan pemukiman rumah 3D printing di California sendiri terjadi di tengah krisis ruang hunian di negara bagian tersebut. Berdasarkan laporan The Guardian, negara bagian itu butuh 1,8 juta hingga 3,5 juta ruang hunian pada tahun 2025 untuk bisa menyediakan tempat tinggal bagi populasi setempat.

Ruben, staf Might Buildings, mengaku telah bertemu pejabat pemerintahan setempat dan membicarakan opsi pembangunan rumah 3D printing untuk komunitas rentan dan berpenghasilan rendah, atau yang disebut perusahaan itu sebagai 'kelompok kelas menengah yang menghilang'.

"'The missing middle' kerap tidak diperhatikan," kata dia. "Mereka mencakup para guru, petugas pemadam kebakaran, orang-orang yang menjadi pelayan masyarakat. Namun, karena saking 'gilanya' pasar ruang hunian di California, mereka tak pernah memiliki kesempatan untuk bisa memiliki rumah."

Tag: amerika serikat rumah Arsitektur 3D printing

Bagikan: