KA Anjlok Tersambar Kereta Lain di Pakistan, 36 Orang Tewas

Tim Editor

Gerbong kereta yang terguling setelah KA Sir Syed Express bertabrakan dengan Millat Express, di Pakistan, Senin, (7/6/2021). (Foto: Radio Pakistan)

ERA.id - Tabrakan dua kereta di Pakistan selatan pada Senin, (7/6/2021), menewaskan lebih dari 30 orang, kata pejabat polisi kepada media setempat.

Sebuah video menunjukkan warga telah mengerubungi gerbong KA milik Pakistan Railways yang telah terguling. Beberapa dari mereka memanjat ke atas gerbong guna mencapai korban yang masih selamat dan jenazah penumpang.

Stasiun TV Geo News menyiarkan pejabat tinggi kepolisian setempat, Umar Tufail, yang menyebut sedikitnya 30 korban tewas dievakuasi ke rumah-rumah sakit terdekat.

Menurutnya, korban tewas kemungkinan terus bertambah sebab masih terdapat gerbong kereta yang hancur, yang tidak dapat dijangkau oleh tim evakuasi meski upaya penyelamatan sudah dilakukan selama berjam-jam.

Kira-kira masih ada 25 orang yang terjebak dalam gerbong yang sulit dijangkau oleh tim penyelamat.

Juru bicara pemerintahan setempat mengatakan kecelakaan menimpa Millat Express saat melaju dari Karachi menuju Sargodha. Kereta tersebut anjlok dari rel lalu menimpa lintasan rel yang dilalui kereta Sir Syed Express yang melaju dari arah berlawanan.

Kecelakaan terjadi di area terpencil di bagian lintasan yang dikelilingi persawahan.

Pada pukul 16.22 WIB, pejabat telah menyatakan sedikitnya 36 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka, seperti dilansir CNA.

Kecelakaan kereta cukup sering terjadi di Pakistan, negara yang mewarisi ribuan kilometer rel kereta dari jaman penjajahan Inggris. Namun, kondisi perkeretaapian negara itu makin menurun akibat korupsi dan kurangnya dana.

Pada Oktober 2019, sedikitnya 75 orang meninggal ketika sebuah kereta terbakar ketika melaju dari daerah Karachi menuju Rawalpindi. Tiga tahun sebelumnya, pada 2016, dua kereta yang membawa ratusan penumpang bertambrakan di Karachi dan menewaskan 21 penumpang.

Tag: kereta anjlok kecelakaan kereta api Pakistan

Bagikan: