Gulungan Lukisan Sepanjang 18,5 Meter Jadi Salah Satu Karya Seni China Termahal

| 09 Jun 2021 15:36
Gulungan Lukisan Sepanjang 18,5 Meter Jadi Salah Satu Karya Seni China Termahal
Salah satu bagian lukisan berjudul "Settling Down the Western Regions and Presenting Prisoners" karya Xu Yang dibuat di era Kaisar Qianlong tahun 1750an. (Foto: Poly Auction).

ERA.id - Sebuah gulungan lukisan langka dari abad ke-18 baru-baru ini menjadi salah satu karya seni China termahal di dunia.

Dilansir dari CNN, (9/6/2021), karya seni sepanjang 18,59 meter itu terjual di rumah lelang dengan harga 414 juta yuan atau setara dengan Rp922,8 miliar, Minggu lalu.

Gulungan lukisan tersebut adalah karya pelukis China Xu Yang, yang direkrut sebagai pelukis kerajaan di jaman Kaisar Qianlong di era 1750an. Lukisan itu menampilkan situasi kota Beijing sesaat setelah kampanye konsolidasi militer di wilayah barat China. Momen tersebut kelak dikenal sebagai bagian dari "Sepuluh Pertempuran Akbar".

Meski lukisan ini memiliki judul "Settling Down the Western Regions and Presenting Prisoners", pihak pelelang, yaitu rumah lelang Poly Auction, hanya menamai karya ini dengan judul "Figure".

Gulungan lukisan ini dulu pernah mengalahkan rekor penjualan untuk karya seni China, ketika ia terjual dengan harga 134 juta yuan atau setara Rp298,7 miliar pada tahun 2009, seperti disebutkan di sebuah media China.

Kini, ia menjadi karya klasik China termahal ketiga yang pernah dilelang, sebut juru bicara Poly Auction. Rekor penjualan termahal masih dipegang oleh karya berjudul "Ten Views of a Lingbi Rock" dari pelukis Wu Bin, di mana karya tersebut terjual seharga 512,9 juta yuan atau setara Rp1,14 triliun, tahun lalu.

Pelukis Xu Yang sendiri berasal dari kota Suzhou, di barat Shanghai. Ia dikenal sebagai pelukis yang mengabadikan momen-momen penting kekaisaran China dan juga perkembangan kehidupan urban di negeri tersebut.

Dua belas gulungan lukisan yang dibuat Xu untuk menandai salah satu kampanye militer Kaisar Qianlong di kawasan selatan China kini menjadi koleksi tetap The Metropolitan Museum of Art (The Met) di New York.

Rekomendasi