Lockdown Covid-19 di Brisbane Diperpanjang, Sydney Dijaga Tentara

Tim Editor

Polisi berkuda melakukan patroli di Sydney, (31/7/2021), di tengah masa lockdown akibat wabah Covid-19. (Foto: Sarah Stewart/Twitter)

ERA.id - Negara bagian Queensland, Australia, pada Senin, (2/8/2021), memperpanjang penguncian wilayah (lockdown) di Brisbane sementara tentara berpatroli di Sdney untuk menegakkan aturan berdiam diri di rumah.

Melansir ANTARA, pemerintah Queensland mengatakan mereka telah mendeteksi 13 kasus baru penularan lokal Covid-19 dalam sehari terakhir, angka harian tertinggi di negara bagian itu dalam setahun terakhir.

Mereka juga memperpanjang penguncian di Brisbane, kota terbesar ketiga di Australia, dari yang semula berakhir Selasa menjadi Minggu.


"Sekarang mulai jelas bahwa lockdown awal tidak akan cukup (menahan) wabah," kata Wakil Pemimpin Queensland Steven Miles kepada wartawan di Brisbane.

Australia memberlakukan penguncian secara on-off di sejumlah kota setelah kemunculan Covid-19 varian Delta yang cepat menular. Pembatasan semacam itu akan terus diterapkan hingga cakupan vaksinas di negara itu mencapai tingkat yang cukup tinggi.

Tingkat vaksinasi di Australia saat ini baru mencapai 19 persen, dan PM Scott Morrison berharap dapat mencapai target 70 persen pada akhir tahun ini. Di level vakasinasi yang tinggi penguncian akan menjadi "kecil kemungkinannya", sebut sang PM Australia.

Sydney DIjaga Tentara

Penguncian di Brisbane dan sekitarnya diterapkan saat Sydney, kota terbesar Australia, memulai pekan keenam pemberlakuan perintah untuk tinggal di rumah.

New South Wales (NSW), negara bagian tempat Sydney berada, mengatakan pada Senin mereka mendeteksi 207 kasus baru COVID-19 dalam 24 jam terakhir. Pekan lalu, jumlah harian di negara bagian itu bertahan di dekat angka tertinggi dalam 16 bulan.

NSW mencatat lebih dari 3.500 kasus infeksi sejak wabah baru muncul pada Juni, ketika seorang pengemudi limusin tertular virus corona saat mengantar seorang kru maskapai asing.



Negara bagian itu telah meminta bantuan militer untuk menegakkan aturan pembatasan, melansir Reuters. Sekitar 300 tentara yang tidak dilengkapi senjata dan di bawah komando kepolisian pada Senin mulai mendatangi rumah-rumah untuk memastikan warga yang terkonfirmasi positif menjalani isolasi mandiri.

Tentara juga menemani polisi berpatroli di jalan-jalan Sydney di mana sebagian besar kasus COVID-19 telah dilaporkan.

Potongan video yang beredar di internet memperlihatkan polisi menanyakan orang-orang yang berada di jalan-jalan sepi di Sydney tentang alasan mereka keluar rumah.

Tag: australia pandemi COVID-19 lockdown

Bagikan: