NFT Gambar Batu Dibeli Seharga Rp18,7 M, Ini yang Dipikirkan oleh Pembelinya

Tim Editor

Ilustrasi: mata uang kripto Bitcoin dan uang kertas dolar AS. (Foto: David McBee/Pexels)

ERA.id - Peminat aset kripto non-fungible tokens (NFT) mencengangkan dunia, Rabu, (25/8/2021), ketika sebuah gambar clipart berbentuk batu - yang bisa diunduh secara gratis - dibeli dengan harga 1,3 triliun dolar AS atau setara Rp18,7 miliar.

Melansir majalah Input, Rabu, gambar batu digital itu merupakan bagian dari seri terbatas EtherRock, yang di dunia hanya berjumlah 100 item dengan warna batu yang . Gambar ini tersedia sebagai NFT pada 2017, sehingga menjadikannya salah satu aset kripto pertama di dunia.

Gambar EtherRock akhir-akhir ini mendadak viral. Ia mendapat julukan "batu peliharaan blockchain", mengacu pada sistem transaksi mata uang kripto di mana NFT diperdagangkan. Uniknya, gambar ini bisa diunduh oleh siapa pun melalui sebuah situs. Gratis, tanpa dipungut biaya.


Artinya, bila hanya ingin menyimpan gambar bernama 'EtherRock 42' di ponsel atau komputer, siapapun bisa melakukan tanpa perlu merogoh kocek Rp18,7 miliar.

Namun, NFT memang beda, karena aset ini merupakan bukti kepemilikan otentik atas sesuatu. Seseorang bisa menyimpan gambar batu tersebut, namun, di dunia, pemilik sahnya hanya satu orang saja.

"Batu melambangkan sesuatu yang bisa dipamerkan," kata salah satu pembeli pertama EtherRock, dikutip Input. Sementara pembeli lainnya menyebut bahwa batu yang tak berwujud fisik itu senilai dengan "lukisan gua" digital dan "bukti sejarah yang abadi".

Tak semua orang menyukai cara para investor dan kolektor melihat batu-batu digital itu. Namun, toh, eks pemilik batu EtherRock 42 tak memusingkan hal itu. "Justru semakin banyak orang yang membenci batu ini, makin tinggi harganya," sebut Tom Osman, si bekas pemilik batu digital itu.

"Jangan kaget kalau harganya naik berkali-kali lipat dalam waktu dekat," kata dia.

Tag: bitcoin nft aset kripto

Bagikan: