Taliban-China Makin Mesra, Garap Proyek 'Jalur Sutera' di Pakistan

| 07 Sep 2021 13:18
Pasukan Taliban berjaga tepat sehari setelah penarikan akhir pasukan AS dari Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan (31/8/2021). (Foto: ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/aww)

ERA.id - Taliban "punya ketertarikan" bergabung dengan China-Pakistan Economic Corridor (CPEC), demikian disampaikan juru bicaranya Zabiullah Mujahid, Senin, (6/9/2021).

CPEC, atau Koridor Ekonomi China-Pakistan, adalah bagian dari proyek ambisius 'Belt and Road Initiative' China, yang salah satu ambisinya adalah menghidupkan kembali 'Jalur Sutera' negeri China di negara-negara Asia Tenggara.

Pada 2015, China mengumumkan bahwa CPEC - yang berupaya mengembangkan pengaruh di kawasan Asia Tengah dan Selatan, serta mengikis pengaruh Amerika Serikat dan India di kawasan itu - bakal mendapatkan proyek senilai 46 miliar dolar AS.

Melansir Hindustan Times, (7/9/2021), CPEC bakal menghubungkan pelabuhan Gwadar di Pakistan selatan (626 km sebelah barat ibu kota Karachi) dengan daerah Xinjiang yang ada di kawasan barat China.

Berita ketertarikan Taliban terhadap koridor ekonomi lintas-negara ini muncul seiringan dengan laporan bahwa badan intelijen Pakistan (ISI) mendukung upaya Taliban mengambil alih pemerintahan Afghanistan, melansir Hindustan Times.

Diberitakan di InsideOver, penulis laporan itu, Sergio Restelli, menggarisbawahi peran para intelijen di Islamabad, Pakistan, dalam pembentukan organisasi Taliban. Organisasi yang dibentuk tahun 1994 ini disebut Restelli sebagai langkah Islamabad mengendalikan ibu kota Kabul dan juga kawasan Afghanistan.

Sejumlah laporan lainnya, disebut di Hindustan Times, menyebut bahwa ISI mengerahkan "agen bantuan" yang menyokong Taliban dalam menaklukkan pemerintahan di Afghanistan.

Rekomendasi