Nggak Punya Duit, Taliban Rampas Miliaran Harta Mantan Pejabat Afghanistan

Tim Editor

Arsip: Pasukan Taliban berjaga tepat sehari setelah penarikan akhir pasukan AS dari Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan (31/8/2021). (Foto: ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/aww)

ERA.id - Taliban telah menyita uang tunai dan sejumlah emas dengan nilai total lebih dari 12 juta dolar AS atau Rp170,9 miliar dari sejumlah pejabat pemerintahan Afghanistan terdahulu. Aset tersebut kemudian diserahkan pada bank sentral Afghanistan, diumumkan Selasa, (14/9/2021).

Laporan dari bank sentral menyebut bahwa aset sitaan termasuk berasal dari rumah mantan Wakil Presiden Amrullah Saleh dan "sejumlah rumah mantan pejabat tinggi pemerintahan", demikian diberitakan di Deutsche-Welle (DW).

Penyitaan berawal dari aduan beberapa bank yang mengaku mulai kehabisan uang sejak Taliban berkuasa. Hal ini direspons Taliban dengan melakukan penyelidikan atas aset yang dimiliki oleh para pejabat Afghanistan terdahulu.


Amrullah Saleh merupakan satu-satunya pejabat yang namanya disebut dalam dokumen bank sentral. Saat ini ia diyakini berada di kawasan Panjshir, bersama gerilyawan anti-Taliban.

Penyitaan terjadi di tengah kelangkaan uang kertas di Afghanistan. Bank pusat membatas jumlah uang kertas yang bisa dikirim ke kantor cabang. Di samping itu, jumlah uang kertas yang dikeluarkan bank kabarnya tidak boleh lebih dari 200 dolar AS per pekan, seperti diberitakan di DW. Hal ini pun memicu antrean panjang warga yang ingin mengambil uang

Sementara itu, aset pemerintah Afghanistan yang berada di luar negeri dalam kondisi dibekukan. Jumlah aset yang 'nyantol' di luar negeri itu ditaksir bernilai 10 miliar dolar AS atau Rp142,4 triliun.

Tag: afghanistan Taliban

Bagikan: