Beraninya China Peringatkan Indonesia, Protes Pengeboran Minyak di Natuna

Tim Editor

Dok. Bakamla

ERA.id - China melayangkan protes dan memperingatkan Indonesia untuk menghentikan proyek penambangan minyak dan gas alam di kawasan Natuna, Laut China Selatan, karena masuk ke dalam teritorialnya.

Pengeboran eksplorasi dimulai pada bulan Juli di dekat pulau-pulau Natuna di dalam zona ekonomi eksklusif Indonesia, yang tumpang tindih dengan klaim teritorial "sembilan garis putus" China yang mencakup sebagian besar laut.

"Selain protes, China telah mengirim kapal cost guard ke daerah itu sebagai peringatan," kata sumber pemerintah Indonesia, seperti dikutip dari Nikkei, Selasa (28/12/2021).


Pemerintah Indonesia menganggap protes itu sama saja dengan mengakui adanya sengketa.

"Proyek pengeboran selesai pada akhir November," kata Kepala Bakamla, Laksamana Madya Aan Kurnia.

China menghadapi sengketa wilayah di Laut China Selatan dengan Indonesia, Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei dan Taiwan. Beijing telah mengintensifkan aktivitas di dekat pulau-pulau Natuna sejak 2019, meningkatkan ketegangan dengan Indonesia.

Pada Mei 2020, Indonesia mengirim surat kepada PBB yang menolak klaim historis Beijing di laut yang ditunjukkan oleh peta sembilan garis putus-putusnya. China, pada gilirannya, mengirim surat ke PBB yang mempertahankan klaim di Laut China Selatan sambil mencari solusi melalui negosiasi. Indonesia menolak untuk datang ke meja perundingan.


Tag: bakamla natuna laut china selatan

Bagikan: