Inggris Sambut Toko Daging Vegan Pertama

Tim Editor

Ilustrasi: santapan berbahan dasar kedelai yang dibuat mirip daging. (Foto: Line Tscherning/LikeMeat)

ERA.id - Di sudut utara kota London, ada sebuah toko daging yang tak menjual daging. Toko bernama Rudy's, yang bakal dibuka pada Hari Vegan Sedunia di hari Minggu (1/11/2020) nanti, menjual versi vegan dari santapan karnivora pada umumnya.

Misalnya, di toko Rudy's ini nanti akan dijual baycon, yaitu santapan menyerupai potongan-potongan daging tipis. Pembeli pun bisa memilih apakah mereka berminat membeli soysage (sosis tanpa daging) atau turk'y (santapan yang menyerupai daging kalkun).

"Orang-orang sudah paham tentang apa yang kami jual di sini," ujar salah satu pendiri Rudy's, Matthew Foster, pada Reuters.

"Semuanya dirancang untuk meniru daging. Rasanya seperti daging, teksturnya menyerupai daging."

Tim di balik toko baru ini sebenarnya sudah memulai bisnis sejak tahun 2017 lewat sebuah restoran vegan. Kini mereka berencana untuk menjual berbagai produk vegan, termasuk bahan-bahan masakan lengkap untuk dibuat di rumah.

Firma hukum EMW melaporkan terdapat lonjakan sebesar 128 persen atas merek dagang baru yang terdaftar untuk makanan vegan (makanan yang tidak mengandung produk hewani) di Inggris dalam satu tahun terakhir, dengan perusahaan-perusahaan besar dan kecil mendaftarkan cap dagang untuk es krim dan kue-kue vegan.

Sementara itu, lonjakan permintaan produk makanan alternatif baru-baru ini memicu perdebatan tentang apakah restoran dan toko harus diizinkan memberi label produk sebagai "burger vegetarian" atau "sosis vegan" atau apakah hal itu dapat membingungkan konsumen.

Polemik ini bahkan sampai ke forum Uni Eropa. Pada awal Oktober Uni Eropa telah memutuskan untuk melarang istilah-istilah seperti itu. Seperti disarankan oleh sejumlah petani, strategi penamaan yang ambivalen itu akan membuat konsumen enggan beralih ke pola makan yang sungguh-sungguh berbasis nabati.

 
 

 

 

Tag: diet inggris

Bagikan: