Tips 3K Bagi para Istri Agar Suami Tidak Kepicut Pelakor

| 16 Oct 2020 19:30
Tips 3K Bagi para Istri Agar Suami Tidak Kepicut Pelakor
Ilustrasi selingkuh (Foto: Freepik/vgstockstudio)

ERA.id - Tidak ada satu orang istri pun rela suaminya direbut pelakor. Namun, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Pelakor bisa muncul di mana saja, bisa dari lingkungan kerja maupun pergaulan.

Hal ini pun kemudian membuat para istri menjadi lebih waspada akan kehadiran pelakor yang sangat tidak diinginkan dalam rumah tangga.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Sukabumi, Hj. Fitri Hayati Fahmi memberi tips 3K agar para istri terhindar dari gangguan orang ketiga atau pelakor, melalui webinar via Zoom, Jumat (16/10/2020).

1. Kutilan

Kutilan adalah kependekan dari kurang tahu ilmu kehidupan. Mengetahui pengetahuan soal kehidupan mau pun organisasi bisa mencegah kehadiran pelakor. Jika kita tidak tahu kajian sosial disekitar, ini bisa membuka peluang bagi para pelakor.

Jika mengetahui ilmu kehidupan, ini bisa menjaga kita agar sukses dunia dan akhirat. Tidak ada ilmu pengetahuan, yang merugikan didunia dan akhirat. Namun, ada juga orang pintar di dunia tapi tidak berilmu diakhirat. Ilmu dunia memang harus dipahami, tapi diakhirat jangan sampai dilupakan.

2. Kutuan

Kutuan adalah kependekan dari kurang tahu arah dan tujuan kehidupan. Sebagai istri kita harus tahu hubungan pernikahan mau dibawa kemana.

Kita harus tahu, suami dan anak dijadikan seperti apa. Harus ada pedoman dan tujuan, kalau nggak tahu apa yang dikerjakan, maka rumah tangga bisa membawa kebingungan.

Apabila kehidupan rumah tangga ada duri, itu pertanda bahwa istri selalu sabar dan bersyukur. Selalu ingat Tuhan dan jalani hidup untuk ibadah. Apabila suami ketahuan berselingkuh, maka istri harus selalu banyak bersabar dan berdoa. Selain mempertahankan rumah tangga, cara ini bisa memperbanyak pahala.

3. Kusta

Kusta adalah kependekan dari kurang sabar meraih cita dan cinta. Yang paling utama adalah sabar, sebab itu adalah resep paling utama menjalani kehidupan.

Makanya, istilah sabar tidak ada batasnya. Sabar tak hanya soal kehidupan rumah tangga, bisa juga untuk kondisi saat ini. Seperti halnya saat ini kita harus sabar tidak boleh pergi kemana-mana dan menghindari kerumunan untuk memutus penyebaran COVID-19.

Rekomendasi