Cara Menghadapi Pelakor dengan Bijak

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

ERA.id - Aksi seorang wanita melabrak pelakor alias perebut laki orang, lagi-lagi meramaikan jagat media sosial.

Video amatir diunggah ulang di laman Twitter lewat akun @halleluhellyeah. Dalam video tersebut, terlihat istri sah memergoki suaminya tengah bermesraan dengan wanita lain.

Sang istri datang tak sendirian, ia dibantu temannya yang juga langsung membantu mengerubuti pelakor tersebut. Sang istri pun marah, geram dan sontak melabrak keduanya. 

Emosi istri semakin tak terkendali melihat suami dan pelakor, kemudian ia melemparkan toples di atas meja ke kepala si pelakor. Momen istri menghajar dan melempar kepala pelakor langsung menjadi sorotan publik.

Dok. Twitter

 

Sedih, sakit hati, benci, marah, semuanya akan melebur menjadi satu saat Anda harus menjadi korban pelakor. Tapi tentu saja semua yang Anda rasakan itu bukan sebuah solusi. Jadi bagaimana cara menghadapi pelakor?

1. Tetap kontrol emosi

Hal pertama yang harus Anda lakukan saat mengetahui suami berselingkuh adalah menahan emosi dan menenangkan diri. Jangan langsung melakukan reaksi yang keras dan penuh emosi.

Mendatangi langsung (melabrak) pasangan dan wanita yang diduga merebut suami Anda saat itu juga bukanlah hal yang bijak. Lebih baik Anda mengumpulkan bukti-bukti lebih banyak dulu sebelum melakukan tindakan.

2. Komunikasikan dengan suami

Sebagai pasangan suami istri, baik dan buruknya pasangan harus tetap dikomunikasikan. Termasuk ketika Anda menduga ada wanita lain dalam kehidupan suami Anda. Ini merupakan cara menghadapi pelakor dengan cara-cara yang elegan dan bijak.

Namun, sebelum berbicara dengan suami, kondisikan hati dan pikiran Anda. Jangan berbicara dengan nada keras, karena suami pasti akan membalas dengan nada yang sama. Bicarakan semua hal yang ingin Anda ketahui dalam kondisi kepala dingin.

3. Temui pelakor dengan tenang

Setelah melakukan pembicaraan empat mata dengan suami, apa pun hasilnya, Anda bisa mulai untuk bergerak ke tahap berikutnya. Temui sang pelakor secara langsung dan lakukan pembicaraan tentang masalah ini.

Nah, untuk menghindari ada cerita yang berbeda, sebaiknya Anda menemui dia dengan ditemani suami. Sehingga ketika ada dia mengatakan ‘A’ bisa langsung dikonfirmasi ke suami Anda, atau sebaliknya.

Jangan pernah posisikan Anda sebagai korban. Karena tujuan Anda bertemu adalah untuk mendapatkan fakta yang sebenarnya terjadi.

4. Jangan pernah terlihat takut

Apa pun yang tengah Anda rasakan dan alami, jangan pernah posisikan diri Anda sebagai korban yang takut. Tunjukkan diri Anda sebagai wanita yang kuat dan teguh. Baik di mata suami maupun si pelakor.

Karena, untuk menghadapi pelakor, Anda memang harus bisa menunjukkan bahwa Anda adalah sosok yang kuat dan tegas. Bukan wanita lemah yang mudah dipermainkan.

5. Jangan mengumbar status di media sosial

Di era media sosial seperti saat ini, orang memang mudah menulis status mereka untuk diketahui teman atau para followers-nya. Tapi, untuk kasus perselingkuhan suami, lebih baik Anda menyimpannya erat-erat.

Anda mungkin berpikir dengan mengunggah status perselingkuhan yang dialami akan memberi sanksi sosial bagi suami dan si pelakor. Memang, hal itu bisa saja terjadi. Tapi juga bisa menjadi bumerang kepada diri Anda.

6. Diskusikan dengan keluarga

Menghadapi pelakor yang keras kepala memang bisa memancing emosi ke tingkat tertinggi. Namun, daripada Anda mengumbar status di media sosial, lebih baik membicarakan soal perselingkuhan ini dengan keluarga besar.

Dalam hal ini, dua keluarga besar harus diajak bicara. Tak hanya keluarga Anda, tapi juga keluarga suami. Hal ini bertujuan untuk menghindari omongan buruk di belakang, kalau misalkan Anda dan suami akhirnya memutuskan untuk bercerai.

Bagaimanapun keluarga harus mendapat informasi yang benar tentang kondisi rumah tangga Anda. Bukan bermaksud mengumbar aib, tapi lebih bertujuan agar keluarga tahu persis kondisi yang terjadi. Bukan mendengar dari orang lain yang hanya tahu selentingan saja.

7. Pikirkan masak-masak sebelum memutuskan

Hati yang dikhianati oleh suami pasti akan lama sembuhnya. Karena luka yang ada pasti sangat dalam. Namun, itu bukan jadi alasan bagi Anda untuk mengambil putusan secara serampangan.

Ambil keputusan setelah Anda mengumpulkan fakta-fakta dan berbicara dengan orang-orang terdekat seperti keluarga. Olah masukan yang  Anda dapat beserta fakta yang didapat. Barulah mengambil putusan.

Renungkan apa dampak yang akan Anda dapatkan dengan putusan tersebut. Termasuk dampak bagi anak-anak dan masa depan mereka. Satu hal yang pasti, jangan pernah mengambil keputusan saat emosi tengah tinggi.

 

Tag: pelakor

Bagikan: