KBRI Canberra Pentaskan Wayang Kulit Berbahasa Inggris

Tim Editor

Wayang Kulit (Foto : eksentrika.com)

Jakarta, era.id - Kalau biasanya wayang kulit dipentaskan dalam bahasa Jawa, ternyata ada pementasan wayang kulit yang menggunakan bahasa Inggris.

Dilansir dari Antara Rabu (8/8/2018), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra mementaskan pertujukan wayang kulit dengan bahasa Inggris.

Tujuannya untuk mempromosikan dan memopulerkan seni dan budaya Indonesia pada masyarakat Australia, sekaligus menyambut HUT RI ke-73. Pementasan wayang kulit ini diadakan pada 31 Juli 2018 yang lalu.

Ternyata, pertunjukan wayang kulit ini mendapat sambutan meriah dari publik Australia. Buktinya, tiket yang disediakan oleh NGA yang merupakan galeri terkenal di Australia, habis dipesan sejak dua minggu sebelum acara berlangsung.

Pementasan yang digelar Gedung O Fairfax Theater milik NGA yang berkapasitas 300 kursi pun dipenuhi penonton. Sejumlah pejabat pemerintah Australia, para duta besar, diplomat negara asing, pemerhati budaya, bahkan anak-anak sekolah pun ikut menyaksikan pergelaran wayang kulit tersebut.

Bahkan, sebagian penonton yang berasal dari Kota Sydney dan Wagga-Wagga yang berjarak 300 kilometer juga rela naik mobil untuk menikmati wayang kulit. Tak hanya itu, ada juga penonton yang secara khusus terbang dari Kota Melbourne.

Duta Besar RI untuk Australia, Y Kristiarto S Legowo bilang, kalau pertunjukan yang digelar di KBRI Canberra ini punya tujuan untuk mempromosikan warisan budaya Indonesia yang tersohor kepada masyarakat Australia.

"Kesenian wayang kulit yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia, perlu kita jaga dan lestarikan bersama. Maka, saya sangat bangga melihat tingginya antusiasme masyarakat Australia menyaksikan Wayang Kulit," ungkap Kristiarto.

Diselingi dialog lucu dan bahasa gaul khas Australia, pentas ini dibawakan secara apik oleh dalang Joko Susilo yang merupakan dosen tetap di Universitas Otago yang merupakan universitas tertua di Selandia Baru. Sehingga pementasan wayang kulit ini menjadi istimewa karena mudah dipahami penonton yang hadir.

Tak hanya dialog, yang menarik lainnya adalah para pemain gamelan KBRI Canberra yang dipimpin oleh Ki Sugito Hardjodikoro--staf lokal senior KBRI Canberra--. 

Para pemain gamelan ini sebagian besar terdiri dari masyarakat Australia dengan beragam profesi seperti profesor, akademisi, pegawai negeri bahkan murid sekolah dasar juga ikut turut serta.

Permainan mereka cukup apik saat pementasan tersebut dan mereka berasal dari sejumlah kota besar di Australia seperti Sydney, Melbourne, Adelaide, hingga Perth yang letaknya di ujung barat Australia.

Selain menyambut HUT RI ke-73, pertunjukan yang dikhususkan bagi pelajar dimaksudkan untuk lebih mendekatkan masyarakat Indonesia sejak dini terhadap Indonesia. KBRI Canberra ingin pendidikan dan kebudayaan menjadi instrumen penting dan unik dalam memperkuat hubungan kedua negara ini.

Sebagai masyarakat Indonesia kita juga patut bangga. Alasannya pertunjukan ini tampil di gedung milik galeri NGA yang merupakan gedung paling bergengsi di Indonesia. Sebab, ternyata, enggak semua karya seni-budaya bisa tampil di sana.

Deputi Direktur NGA, Kirsten Pasley, mengatakan kalau ini merupakan apresiasi yang diberikan terhadap KBRI Canberra karena telah bekerjasama dengan baik. Selain wayang kulit, NGA juga rencananya akan menggelar pameran seni kontemporer Indonesia dalam skala besar pada tahun 2019 selama empat bulan.

Tag: dosa dosa negara kepada kebudayaan

Bagikan: