Agar Negeri ini Tak Kekurangan Atlet Bulu Tangkis

Tim Editor

Ekspresi saat peserta lolos ke tahap berikutnya (Foto: dok PB Djarum)

Kudus, Jawa Tengah, era.id - Kalian kenal dengan La Masia di Barcelona? Di sekolah itu, ratusan bibit unggul sepak bola diciptakan. Salah satunya Lionel Messi.

Tahukah kamu kalau negeri ini juga punya tempat yang mirip La Masia? Bukan di sepak bola tentunya karena toh prestasi timnas kita masih sering memberi PHP. Perkumpulan Bulutangkis Djarum atau yang biasa dikenal PB Djarum adalah La Masia-nya Indonesia untuk urusan bulu tangkis

Alan Budikusuma lewat medali emas olimpiade 1992 adalah salah satu jawaban seberapa hebat tempat ini bisa menelurkan pemain berbakat. Malah salah satu alumninya, Liem Swie King adalah legenda Indonesia. Juara tiga kali All England.

Baca juga: Jojo, Apakah Engkau Dilecehkan?

Dan kini PB Djarum mau coba memangkas masa pembinaan bibit-bibit pebulu tangkis binaan mereka agar lebih efektif dan siap maju ke pentas nasional bahkan internasional. Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi, saat konferensi pers final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018 di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (8/9), bilang kalau masa pembinaan selama ini bisa mencapai 6-7 tahun.

"Kami berusaha memangkas masa pembinaan yang selama ini biasanya mencapai 6-7 tahun, untuk bisa efektif dengan memperhatikan aspek mind, body and soul atlet," kata Fung seperti dilansir Antara.


Salah satu materi latihan di PB DJarum (Dok PB Djarum)


"Itu harus komplet, tidak boleh ada kekurangan yang menonjol dari salah satu aspek," ujarnya.

Bukan urusan mudah untuk bisa masuk sekolah ini. Di lokasi ini saja, dari 219 finalis yang berjibaku di fase final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018, cuma kepilih 65 siswa. Belum diitung dari ribuan pendaftar yang sudah berhasil mereka sisihkan.

Selain memperketat penyaringan bibit-bibit muda, PB Djarum juga berusaha meningkatkan standar kualitas para pelatih mereka demi bisa lahir calon-calon pebulu tangkis juara dunia.

"Secara kasat mata memang tidak ada perubahan tapi kami ingin lebih memperluas wawasan," ujarnya.

Fung bilang, PB Djarum juga berusaha untuk lebih memperhatikan aspek-aspek mendalam para bibit atlet yang ditemukan seperti mental dan semangat juang. Buat mereka, itu lebih penting ketimbang faktor eksternal seperti teknik dasar bulutangkis.

"Sebab hardware rata-rata sama di seluruh dunia, tapi software-nya beda," ujar Fung.


Tag: bulu tangkis

Bagikan: