Depresi Bikin Cepet Tua, Fakta atau Mitos?

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Sebuah penelitian dari Amsterdam University Medical Center di Belanda mengungkapkan, orang yang mengalami depresi, berisiko berhadapan dengan sejumlah dampak buruk. Salah satunya DNA yang lebih tua delapan bulan.

Dalam studi yang dipublikasikan American Journal of Psychiatry itu, para peneliti memeriksa DNA dari 811 orang dengan depresi dan 319 orang tanpa depresi. Para partisipan ini tergabung dalam Netherlands Study of Depression and Anxiety.

Dengan menggunakan sampel darah, mereka meneliti bagaimana DNA partisipan berubah seiring usia. Mereka menemukan, epigenetik berubah lebih cepat pada mereka yang mengalami depresi.

Epigenetik merupakan studi mengenai perubahan ekspresi gen yang tidak memengaruhi urutan DNA. Perubahan ekspresi gen bisa terjadi akibat dari banyak faktor, termasuk lingkungan dan gaya hidup.


Ilustrasi (Pixabay)

Dalam beberapa kasus depresi berat, usia biologis bahkan bisa 10-15 tahun lebih tua dari usia kronologi. Studi ini juga menemukan bahwa mereka yang mengalami trauma masa kecil secara biologis rata-rata 1,06 tahun lebih tua daripada mereka yang tidak mengalami trauma.

"Faktanya, jam epigenetik, pola modifikasi DNA tubuh merupakan indikator usia biologis. Jam ini tampak lebih cepat pada mereka yang mengalami depresi atau stres," kata Laura Han, ketua studi, seperti dikutip Antara (10/10/2018).

Baca Juga : Manfaat Gula Merah untuk Kecantikan

Temuan ini menyoroti efek biologis dari trauma dan pentingnya tindakan pencegahan serta terapi dini saat depresi muncul. Namun, perlu lebih banyak penelitian untuk memperkuat temuan, terutama yang mengarah pada kesimpulan apakah trauma menyebabkan penuaan epigenetik. 

Tag: fakta atau mitos

Bagikan: