Mengenal Metode Perawatan RICE di Cabor Para Atletik

Tim Editor

Atlet para atletik Indonesia Sholihah Nanda Mei (Foto: asianparagames2018.id)

Jakarta, era.id - Setiap atlet yang bertanding di Asian Para Games 2018 sangat dekat dengan risiko cedera. Untuk itu, setiap cabang olahraga memiliki penanganan cedera yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Termasuk para atletik.

Cabang olahraga yang satu ini memiliki metode penangan berbeda dibandingkan dengan cabor lain. Ketika atlet mengalami kram atau cedera, ada prosedur fisioterapis yang wajib dilakukan.

Dilansir dari website resmi Asian Para Games 2018. Salah satu tim fisioterapis yang bertugas di area perlombaan para atletik, Ayu Rahmayana, mengatakan, cara penanganan khusus dalam atletik disebut RICE. Itu adalah singkatan dari Rest, Ice, Compression, dan Elevation. Keempat unsur tersebut adalah yang terpenting bagi para atlet yang mengalami cedera ringan maupun cukup parah.

“RICE adalah singkatan dari rest untuk mengistirahatkan area yang cedera, ice atau mengompres cedera dengan es batu," kata Ayu. 

"Selanjutnya, compression yaitu kami membalut cederanya dengan elastis perban untuk meminimalisir pergerakan,” sambungnya.

“Selain itu, ada langkah elevation, memosisikan area yang cedera lebih tinggi dari jantung tujuannya agar aliran darahnya menjadi lancar,” tutur Ayu.

Menurut Ayu, apabila prosedur RICE telah dilakukan, ada langkah lanjutan yang harus ditempuh oleh fisioterapis.

“Langkah lanjutan tersebut ialah pemeriksaan spesifik, tergantung pada jenis sendi yang cedera. Misalnya, pada ligamen, otot, atau tulang. Intinya struktur gerak,” ujar perempuan yang berprofesi sebagai fisioterapis timnas Indonesia putri U-16 tersebut.

Baca Juga : Indonesia Sabet Medali Emas Pertama di Youth Olympic Games 2018
 

Tag: asian para games 2018

Bagikan: