Senyawa Isi Soundtrack Red Dead Redemption 2

Tim Editor

Red Dead Redemption 2 (Sumber: Instagram/@rockstargames)

Jakarta, era.id - Rockstar Games segera melepas game terbaru mereka, Red Dead Redemption 2. Dari sekian banyak bocoran yang dimunculkan Rockstar Games, original soundtrack Red Dead Redemption 2 jadi salah satu yang paling disorot para kritikus. Dan Senyawa, band eksperimental asal Yogyakarta, muncul sebagai salah satu pengisi soundtrack game.

Dalam rilis yang dikemukakan, Rockstar Games memaparkan, seenggaknya bakal ada 192 lagu yang mengisi seluruh game Red Dead Redemption 2. Selain Senyawa, nama-nama gokil penyaji musik balik layarpun masuk dalam daftar. Sebut saja Arca Duane Eddy, hingga Jon Theodore, drumer band Queens of the Stone Age.

Selain itu, Woody Jackson yang sebelumnya terlibat dalam scoring Red Dead Redemption serta Grand Theft Auto V ikut dalam proyek terbaru ini. Kali ini, Woody menggandeng Colin Stetson, seorang saxophonist yang juga dikenal lewat musik balik layarnya di Arcade Fire reguler.

Dalam daftar tersebut, Rockstar Games juga menuliskan nama Matt Sweeney, Gabe Witcher, Luke O'Malley, Mario Batkovic, Rabih Beaini, serta sejumlah nama gokil lain. Menurut para kritikus, seluruh track dalam soundtrack Red Dead Redemption 2 amatlah keren. Dan ada satu benang merah yang menyatukan semua karya keren musisi dunia itu: atmosferik.

Red Dead Redemption 2 adalah sekuel dari pendahulunya, Red Dead Redemption yang rilis tahun 2016. Sejak itu, Red Deqad Redemption jadi salah satu game andalan Rockstar Games, selain GTA series, pastinya. Mengusung tema koboi, old west, wild west yang perlahan menuju kepunahan, Red Dead Redemption 2 akan membawa pemainnya menikmati pengalaman liar, yang penuh tragedi dan kematian.


Senyawa

Bukan tanpa alasan memang dunia ini menyebut duo Rully Shabara Herman dan Wukir Suryadi sebagai sebuah grup eksperimental. Senyawa sempat jadi anomali di awal kemunculannya. Senyawa bagai bermain lompat tali di pinggiran jurang telinga. Nampak begitu berbahaya, namun terasa begitu istimewa. Mendengarkan musik senyawa adalah sebuah ritual, sebuah pengalaman yang penuh kebaruan.

Senyawa begitu istimewa bukan hanya karena mereka telah menggelar ritual di sekeliling dunia, tapi juga karena proses musikalisasi yang mereka ciptakan. Sekilas, musik Senyawa terdengar begitu etnik. Beberapa kawan juga menyebut musik mereka sebagai psaikedelik. Entahlah, toh Senyawa sendiri menolak pengkotak-kotakan macam itu.

Yang jelas, musik Senyawa dibentuk dari otentisitas tingkat tinggi. Alih-alih menggunakan instrumen musik yang biasa, Senyawa malahan membuatnya. Dari bambu, sepatula, kayu, hingga bahan-bahan lain yang amat dekat dengan kehidupan, namun sering terlupa, bahwa seluruh bahan tersebut nyatanya mampu bersuara.

Dunia telah sejak lama menikmati karya spiritual Senyawa. Panggung-panggung besar festival musik dunia sudah disambangi Rully dan Wukir, mulai dari Eaux Claires Festival, Amerika Serikat' CTM Festival di Jerman; Old Market Music Festival di Bristol, Inggris; Irtijal Festival, Beirut, Lebanon; hingga sejumlah festival musik lain.

Tag: album musik konsol game industri musik

Bagikan: