Kekuatan YOT Lahirkan Berbagi Inspirasi Via Digital

Tim Editor

Acara Young On Top National Conference di Balai Sarbini, Jakarta Selatan (Foto: Diah/era.id)

Jakarta, era.id - Disadari atau tidak, manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. Kita merupakan makhluk yang memerlukan hubungan secara timbal balik dengan manusia lain. 

Apalagi, di era digital sekarang ini banyak platform yang mempermudah kita untuk bersosialisasi. Tergantung kepada kalian, mau bersosialisasi dengan bertujuan untuk membangun hubungan positif, atau malah ingin menyebarkan pesan negatif dengan maksud tertentu. 

Kami bukannya ingin memberikan bahan mata pelajaran Sosiologi di sini, bukan itu. Ada gagasan sosial yang ditangkap oleh Founder dan CEO Young on Top (YoT), Billy Boen.

Billy Boen menggagas YoT, komunitas anak muda dari berbagai kota se-Indonesia dengan tujuan untuk menciptakan generasi penerus yang kuat, di mana kita tahu, anak muda adalah ujung tombak dalam membangun peradaban bangsa ke depan. 

Komunitas yang berkembang dari sebuah buku karya Billy ini sudah memasuki tahun kesepuluh. Cita-cita Billy sebetulnya sederhana, ia ingin anak muda punya wadah untuk berbagi inspirasi mereka. 

"Kita adalah komunitas. Prinsip kita dalam komunitas ini adalah tidak boleh membangun narasi yang mengandung SARA, jangan saling bullying, dan tidak mengarahkan permainan politik," kata Billy dalam acara Young on Top National Conference di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Sabtu (6/4/2019).

Lebih jelasnya, manfaat dibentuknya YoT, kata Billy, agar anak muda bisa jauh lebih kuat dari sisi keterampilan, pengetahuan, dan sebagainya. 

Digitalisasi Komunitas

Billy bercerita, sekitar empat tahun lalu, ada sejumlah Youthers (nama anggota komunitas YOT) yang bertanya kepadanya, apakah YoT perlu membuat platform digital seperti aplikasi di ponsel. 

"Saya bilang, 'No, no, Young On Top belum kuat secara offline-nya. Kita harus bangun organisasinya dengan kuat dulu," tutur dia. 

Sampai pada akhirnya Billy mendapat cerita dari salah satu Youther di Depok yang berkunjung ke Yogyakarta. Si Youther Depok ini mencari Youther Jogja untuk ditemani di sana. Tak disangka, kuatnya pertemanan yang dibangun anggota YoT ini berdampak baik. 

"Youther Depok ini ditemani di Jogja, dari mulai makan siang, makan malam, sampai dia dibolehkan tidur di kos-kosannya Youther Jogja ini. That's the power of connexion," ulas Billy. 

"Akhirnya pada bilang, Mas Billy tolong dong bikin mobile apps yang bisa nyatuin kita," tambah dia. 

Akhirnya, YoT meluncurkan aplikasi ponsel bernama SocialConnext, yang mana akan menyatukan anak-anak muda di Indonesia secara digital, sehingga mereka bisa mendapatkan berbagai inspirasi untuk meraih sukses di usia muda kini dalam satu aplikasi. 

"Kita akan bisa learn and share anytime and anywhere. Kalian bisa mendapatkan jutaan inspirasi berbentuk video, podcast, text, dan berkomunikasi via group chat," kata dia.

Satu pesan lagi dari Billy. Mengingat ini adalah tahun politik, Billy tak mau komunitas YoT dicemari oleh narasi kampanye pasangan capres-cawapres atau partai politik di Pemilu 2019 ini.

Tapi, bukan berarti anak muda buta sama politik. Billy bilang, sebagai generasi penerus bangsa kudu jeli melihat visi-misi dan program kandidat sebagai pertimbangan mereka untuk memilih. 

"Semua anak muda harus ngerti politik, karena politik akan menentukan masa depan bangsa. Tapi kalian kebayang enggak kalau saya aja ayo kita pilih nomor 1 atau nomor 2," ucap dia. 

"Youthers tidak boleh mengatasnamakan dirinya sebagai anggota Young on Top dan mengajak pilih paslon nomor satu atau dua. Tapi, teman-teman jangan golput. Itu jelek banget," tambahnya. 
 

Tag: unicorn startup

Bagikan: