Pemain Muda Ajax Tak Kenal Rasa Takut

| 30 Apr 2019 15:59
Pemain Muda Ajax Tak Kenal Rasa Takut
Para pemain Ajax (Foto: Twitter @AFCAjax)
Jakarta, era.id - Bek Tottenham Hotspur Jan Vertonghen yakin mantan klubnya, Ajax, memiliki keunggulan dibandingkan klub lain. Soalnya para pemain muda Ajax dilatih untuk tidak mengenal rasa takut.

Ajax telah mengambil alih semifinal Liga Champions musim ini dari tangan Real Madrid dan Juventus. Mereka menampilkan permainan luar biasa dalam perjalanan ke semifinal.

Tapi Vertonghen, yang membela Ajax selama enam tahun sebelum bergabung dengan Spurs pada 2012, tidak terkejut dengan eksploitasi yang ditunjukan raksasa Eredivisie itu. Pemain berusia 32 tahun ini bilang, salah satu yang diajarkan di akademi Ajax soal sikap menang dan pendekatan percaya diri.

"Itu yang mereka lakukan," kata Vertonghen jelang Spurs melawan bekas klubnya, dinukil dari Soccerway, Selasa (30/4/2019).

"Selalu, ketika kamu berusia enam atau tujuh tahun, kamu memulai dan kamu berada di tim terbaik di liga. Selalu."

Vertonghen juga menegaskan, bagi Ajax, menang saja tidak cukup. Mereka harus bisa memenangkan setiap laga dengan cara menakjubkan.

"Kamu harus mendominasi di laga tandang. Hasil imbang tidak pernah cukup. Kemenangan tidak pernah cukup. Kamu selalu harus menang dengan cara tertentu. Itulah yang kamu lihat sekarang," lanjutnya.

 

"Ajax bermain di level yang sulit dipercaya. Kamu tidak mengharapkan tim selain dari negara-negara besar untuk melakukan ini. Mereka telah menunjukkan cara untuk melakukannya. Mereka selalu selangkah di depan orang lain," kata dia.

"Mereka mempersiapkan semua orang untuk level tertinggi. Mereka lapar. Mereka siap. Mereka tak kenal takut. Mereka merasakan dukungan dari akademi dan mereka mendapat kepercayaan pada kualitas mereka," pungkasnya.

Tottenham akan menghadapi Ajax di leg pertama semifinal Liga Champions di London, Selasa sebelum pertandingan kembali pekan depan. Selain Vertonghen, Spurs punya tiga mantan pemain Ajax lain, yakni Christian Eriksen, Davinson Sanchez, dan Toby Alderweireld.

Rekomendasi