Fitur Baru Microsoft Edge: Blokir Iklan Menyebalkan

Tim Editor

Logo Microsoft Edge. (Foto: mediaonlinevn.com)

Jakarta, era.id - Lagi enak-enaknya baca artikel di situs internet, eh tiba-tiba tulisannya ketiban iklan yang enggak bisa dihapus, pernah? Sebagian orang sepertinya pernah mengalami hal menjengkelkan itu.

Tapi tenang, kabar baiknya dengar-dengar browser teranyar garapan Microsoft yaitu Microsoft Edge punya solusi untuk memblokir iklan yang dianggap terlalu mengganggu.  

Seperti diwartakan CNET, browser Microsoft Edge bukan cuma memblokir iklan yang dianggap mengganggu, tapi juga memperhatikan privasi penggunanya. Ini tandanya persaingan peranti lunak browser untuk berselancar di dunia maya makin ketat, meskipun mungkin tidak cukup disukai untuk kalangan pebisnis. 

Seperti diketahui, browser berbasis Chromium dari Microsoft ini dinilai cukup signifikan. Selain mengusung fitur baru, Microsoft Edge sekarang tersedia untuk pengguna sistem operasi Windows, MacOS, Android, dan iOS. 

"Kami adalah anggota koalisi untuk iklan yang lebih baik. Sebagai bagian dari itu kami berencana untuk mulai menerapkan standar-standarnya dengan memblokir iklan di situs yang tidak sesuai dengan pedoman CBA," kata Manajer proyek Microsoft Edge, Kyle Pflug. 

Pedoman tersebut isinya mencegah iklan yang dianggap terlalu mengganggu atau iklan-iklan yang menerapkan teknologi pelacakan yang dapat mengganggu privasi pengguna. 

Langkah yang dilakukan Microsoft Edge sebenarnya hanya menyambung gerakan yang pernah dilakukan oleh Google Chrome pada 2018. Hanya saja Edge melangkah lebih jauh dengan membuat fitur kontrol privasi untuk memblokir pengiklan yang bisa melacak pengguna ketika menelusuri situs. Hal itu sangat berguna agar terlindung dari oknum yang ingin melacak pengguna secara diam-diam. 

Persaingan memperebutkan "kue" browser memang cukup ketat walaupun sangat sulit mengalahkan dominasi Chrome di sini. Seperti diketahui dari statista.com, per Maret 2019 Edge hanya meraup pangsa pasar global sebesar 4,56 persen di urutan ke lima. 

Jumlah itu sangat jauh dari jumlah pangsa pasar Chrome yang mencapai 69,52 persen. Kemudian di bawah Chrome ada Firefox dengan perolehan 9,58 persen pangsa pasar, lalu Safari 6,46 persen, dan Internet Explorer sebesar 5,44 persen.

Tag: microsoft internet

Bagikan: