Delapan Manfaat Ganja untuk Kesehatan

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Bukan rahasia umum, ganja adalah tanaman dengan berbagai manfaat. Secara ilmiah, ganja digolongkan sebagai golongan obat yang mengandung zat psikoaktif. Dalam artikel ini, kami akan merinci, apa saja manfaat medis dari tanaman ganja beserta sejumlah cara mengonsumsinya.

Dikutip dari situs boldsky.com, setidaknya ada delapan manfaat ganja medis yang amat penting untuk diketahui.

1. Mengobati glaukoma

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengeksplorasi efek ganja dalam meredakan tekanan pada bola mata. Menurut National Eye Institute, ganja membantu mengurangi tekanan pada bola mata (tekanan intraokular), sehingga membantu mencegah glaukoma.

2. Mengontrol kejang epilepsi

Pada 2003, Virginia Commonwealth University merilis sebuah studi yang menunjukkan bahwa ganja dapat membantu mengontrol episode pada individu epilepsi. THC yang terkandung dalam ganja terbukti dapat mengikat sel-sel otak yang bertanggung jawab mengendalikan rangsangan dan membantu orang untuk lebih rileks.

3. Mencegah penyebaran kanker

Ganja diyakini dapat mencegah penyebarang sel kanker. Menurut penelitian, ganja diketahui dapat mencegah gen id-1 berkembang. Gen id-1 adalah gen yang memfasilitasi pembelahan sel kanker dan penyebarannya ke seluruh tubuh. Bahkan, ganja terbukti dapat mengurangi rasa sakit dan mual, sehingga dalam banyak praktik medis, ganja kerap digunakan sebagai peredam efek kemoterapi bagi para penderita kanker.

4. Meredakan kecemasan

Senyawa dasar ganja, THC diketahui memiliki kemampuan untuk meredam stres, kecemasan, hingga depresi. THC juga diyakini dapat meningkatkan mood seseorang. Efek THC yang menenangkan bahkan kerap digunakan sebagai terapi psikologis.

5. Meredakan dampak multiple-sclerosis

Berbagai studi menunjukkan bahwa ganja dapat membantu meredakan rasa sakit yang dipicu oleh multiple-sclerosis. Penelitian juga mengungkap bahwa penggunaan ganja bagi penderita multiple-sclerosis dapat menjadi alternatif pengobatan yang lebih alami.

6. Mengobati penyakit usus

Sejumlah penyakit yang menyerang usus nyatanya juga dapat diredakan dengan penggunaan ganja. Penyakit seperti crohn atau penyakit ulseratif, yang juga dikenal dengan radang usus disebut-sebut dapat diobati dengan penggunaan ganja. Kandungan THC dalam ganja dapat berinteraksi dengan sel-sel tubuh dan membantu tubuh mengoptimalkan fungsi-fungsi vital dengan cara meningkatkan sistem ketebalan tubuh.

7. Meredakan tremor

Penelitian membuktikan bahwa penggunaan ganja dapat membantu meredakan tremor. Selain meredakan sakitnya, mengisap ganja juga membantu para penderita tremor tidur. Efek menenangkan dari THC juga diyakini dapat meningkatkan kualitas tidur. Bagi penderita parkinson, penggunaan ganja dapat meningkatkan kemampuan motorik.

8. Membantu penderita PTSD

Dalam banyak studi kesehatan, efek relaksasi ganja banyak dikaitkan dengan beragam pengobatan masalah psikologis, termasuk post-traumatic stress disorder (PTSD). PTSD adalah gangguan kompleks yang menyebabkan seseorang kerap mengalami mimpi buruk dan kecemasan yang muncul dari kejadian masa lalu. Ganja, diyakini sebagai solusi paling mujarab membantu penderita PTSD.

Tag: ganja medis legalisasi ganja

Bagikan: