A2 Buktikan EDM Punya Soul dan Positif

Tim Editor

    A2 merupakan salah satu grup musik di Indonesia yang mengusung genre electro dance music (EDM). (Maretian/era.id)

    Jakarta, era.id - Seiring perkembangan zaman dan teknologi, dunia musik pun kini memiliki wajah baru. Salah satu genre yang paling banyak mendapat sentuhan teknologi era kekinian adalah electro dance music (EDM) yang sebenarnya sudah dimulai sejak satu dekade lalu. 

    Berbagai grup EDM pun bermunculan, termasuk di Indonesia. Salah satunya adalah A2, sebuah grup duo A2 adalah duo dari Arief Rafandi dan Ana Livian dengan konsep DJ & Drum Percussion. Kedua musisi yang juga multi instrumen dan biasa memainkan drum dan perkusi ini berkolaborasi dan menghandirkan konsep musik yang menyuguhkan vibe yang positif. 

    "Awal mulai buat proyek musiknya itu di awal januari kemarin, jadi setelah satu tahun kita tur keliling Indonesia, kita mulai kepikiran untuk buat karya sendiri dan dengan waktu tidak lama kita langsung menggarap single A2," kata Arief saat dihubungi era.id, beberapa waktu lalu. 



    Untuk perkenalan, mereka menyuguhkan single debutnya yang berjudul Let’s Get Out And Breathe yang dirilis secara digital. Single tersebut bercerita tentang ajakan bersenang-senang, namun secara positif ketika seseorang menghadapi masalah dan kesedihan di sekitarnya. 

    "Untuk konsep single-nya kita mau bawa energi positif, menyenangkan, ringan, dan fresh untuk para pendengar kita. Dan untuk pembuatan musik kami berdua yang produseri sendiri, untuk lirik lebih banyak ide dari Ana," jelas Arief. 

    Pada single pertamanya ini mereka memilih tema music tropical house dan menggandeng Rimar sebagai vokalis. Mereka mengakui untuk mencari pengisi hampir memakan waktu sebulan. Sesuai dengan temanya yang bernuansa keceriaan pantai, mereka mengajak para pendengarnya untuk bersenang-senang secara positif.

    "Di single pertama ini tema yang kita angkat tropical, musiknya happy ada selipan percussion-nya juga pesannya kita berharap pendengar bisa lebih semangat setelah mendengarkan lagu ini. Single ini mengajak ke semua orang yang mendengarkan untuk move on dari masalah, lalu keluar dan bermain bersama teman-teman menikmati hari."

    "Bersenang-senang secara positif pastinya ada banyak, dan tiap orang pasti berbeda-beda, misal saja, cukup bertemu teman atau keluarga, pergi makan, main game bareng teman, nonton bioskop, main drum dan nge-DJ. Itu semua sudah bisa disebut bersenang-senang secara positif," kata Arief menjelaskan.

    EDM musik soul dan positif

    Ada anggapan di luar sana bahwa musik EDM itu cenderung tidak memiliki jiwa. Hal itu terdengar dari berbagai diskusi para musisi yang mempertanyakan hal tersebut.

    Sebagian membandingkan dengan pemain instrumen konvensional yang lebih terasa soul-nya, atau menuding bantuan alat yang membuat tidak terdengar organik, sampai pembuatan musik yang 'too perfect' sehingga membuat tidak terasa soul-nya. Tentu saja Arief dan Ana tidak setuju akan hal ini. 

    "Kalau saya kurang setuju dengan hal itu. Membuat musik dan bermain musik itu pastinya dengan soul. Tanpa soul kita enggak akan bisa enjoy dan connect ke penonton atau pendengar secara performing atau producing di jenis musik apa pun," tegas Arief. 



    "Kalau menurut Ana, EDM enggak bisa tanpa soul karena music playlist kita saja adalah taste kita dalam bermusik dan itu milihnya pake soul. Kalau enggak, bakalan berantakan dan penonton enggak akan enjoy," tambah Ana melengkapi. 

    Mau tidak mau, musisi era sekarang tidak akan lepas dari teknologi. Musisi EDM adalah salah satu musisi yang memanfaatkannya secara menyeluruh. Tentunya dengan basic soul sebagai seorang musisi yang sudah terpatri dalam diri mereka.

    Seperti Arief dan Ana yang sejatinya juga seorang multi instrument player. Terlebih Ana yang dulunya sempat memainkkan musik rock n roll sebagai drumer. "Karena faktor modernisasi, orang banyak beralih kepada komputer dan barang elektronik sejenisnya begitu juga saya dan hal itu membuat musik semakin berkembang ke arah sana," jelas Ana.

    Tidak hanya berkutat di masalah soul, EDM juga kerap dituding sebagai musiknya dunia malam dengan zat substansi dan lain-lain. Padahal sejatinya hal itu juga terjadi di genre musik lain. Ana berpendapat banyak hal positif yang bisa diambil dari lingkungan dan komunitas penikmat EDM. 

    "EDM sekarang itu udah benar-benar keren karena banyak banget karya DJ-DJ, baik lokal ataupun internasional yang buat aku pribadi tuh spechless mungkin di zaman sekarang juga alat sudah makin canggih dan SDM-nya juga makin gawat-gawat skill-nya. Itu sih dari sisi positifnya. Kalau ada yang liat sisi night life dan kelam-kelamnya dunia EDM seperti kebanyakan alkohol dan lain-lain, kalau bisa sih jangan ditiru ya guys. Apalagi yang belum cukup umur," jelas Ana lebih jauh.

    Untuk mendengar musik A2, khususnya single Let’s Get Out And Breathe, silakan klik tautan Spotify ini.

    Tag: album musik digitalisasi musik industri musik

    Bagikan :