Kala Hidup Tak Sebebas Dulu

Tim Editor

Ilustrasi (Foto: Twitter @MilesFilms)

Jakarta, era.id - Di antara ramainya film Hollywood yang muncul sepekan lalu, ada satu film Indonesia yang menarik perhatian, judulnya Bebas. Film yang diadaptasi dari film Korea bertajuk Sunny karya Kang Hyoung Chul ini, digarap Riri Riza di bawah produksi Miles Films. Film yang menjadi box office di negaranya itu memang dikenal memiliki jalinan cerita yang menarik sehingga film Bebas ini pun ditunggu para penggemarnya.

Bebas bercerita tentang persahabatan enam anak remaja. Ada Kris (Sheryl Sheinafia) si ketua geng yang percaya diri dan penolong, Gina (Zulfa Maharani) anak orang kaya yang baik hati, Jessica (Agatha Pricilla) perempuan yang terobsesi menjadi cover girl yang lucu, Jojo (Baskara Mahendra) si jagoan dance yang selalu ikut mengekor, serta Suci (Lutesha) si cantik yang misterius. 

Di satu hari, sekolah mereka kedatangan murid baru bernama Vina (Maizura) yang baru pindah dari Sumedang. Hadirnya Vina di tengah geng ini mempererat persahabatan mereka. Namun, satu kejadian membuat mereka memutuskan berpisah untuk waktu yang lama. 

23 tahun kemudian, Vina dewasa (Marsha Timothy) bertemu dengan Kris (Susan Bachtiar) di rumah sakit. Pertemuan itu membuat Vina bertekad mengumpulkan geng Bebas kembali. Apalagi setelah mengetahui Kris didiagnosis hanya punya waktu 2 bulan untuk hidup karena sakit yang dideranya.

Dari segi plot, tidak ada hal baru yang ditawarkan film Bebas. Jika di film Sunny, ada tujuh orang perempuan, berbeda dengan Bebas yang hanya memiliki enam orang serta karakter seorang laki-laki. Bebas pun menambahkan bumbu-bumbu kearifan lokal di antara cerita untuk menyesuaikan dengan pasarnya. Hal ini membuat penonton semakin terhubung dengan jalan cerita.

Akting serta chemistry dari para pemain tidak perlu diragukan. Meskipun Bebas berfokus kepada kehidupan Kris dan Vina, tetapi bukan berarti karakter lain kehilangan porsinya. 

Misalnya, baik Gina remaja dan Gina dewasa (Widi Mulia) memang tidak memiliki porsi yang padat dibandingkan teman-temannya, tetapi kehadiran mereka juga tidak boleh dilewatkan.

Selain itu, banyak cameo dan penampilan khusus yang ikut meramaikan film. Peran mereka juga bukan hanya sekadar tempelan belaka tetapi di antara itu, aksi Amanda Rawles, Giorgino Abraham, Dea Panendra dan Reza Rahadian yang paling membekas di ingatan sampai keluar dari studio bioskop.

Musik yang menjadi andalan film Bebas menjadi pelengkap nostalgia. Siapa yang tidak tahu lagu Bebas dari Iwa K? Lagu ini pun masih sering diputar sampai saat ini. Selain itu, ada Dewa 19, Kahitna, Vina Panduwinata, Chrisye, dan masih banyak lagi sebagai pengisi soundtrack. Film Bebas juga memiliki lagu orisinil yang diisi oleh Maizura berjudul Aku Tanpamu.

Naskah yang ditulis oleh Mira Lesmana dan Gina S. Noer juga saling melengkapi. Hanya saja ada beberapa cerita yang seharusnya berpotensi untuk digarap lebih dalam. Secara teknis pun, beberapa editing seringkali terlihat kasar dalam perpindahan satu adegan ke adegan lain. 
Ceritanya masih berfokus dengan menerima realita hidup yang tidak selamanya baik-baik saja. Setiap orang memiliki fase sulit di dalam hidup mereka. Bebas mengingatkan kita untuk tidak hanya menerima keadaan tetapi juga berani bangkit dari permasalahan hidup kita.

Mengesampingkan beberapa kesalahan kecil, film Bebas tetap bisa dinikmati dari segmentasi apapun. Ceritanya yang ringan setidaknya bisa membangunkan memorimu bersama teman-teman sebayamu. Jangan lupa untuk menonton kredit untuk melihat para pemain mengumandangkan lagu Bebas dari Iwa K! Film Bebas sudah bisa disaksikan sejak 3 Oktober 2019 lalu.

Tag: resensi film film indonesia film bebas

Bagikan: