Produk Apple Tidak Murah, Tapi Memang Harganya Mahal

Tim Editor

Ilustrasi harga iPhone mahal (QuinceMedia/Pixabay)

Jakarta, era.id - Produk dan layanan Apple dikenal mahal dan selalu dikategorikan sebagai barang mewah. Bahkan predikat prestige akan disematkan kepada mereka yang memiliki barang dari Apple, terutama iPhone.

Meski sering dituding terlalu mahal. Namun, CEO Apple Tim Cook tak sepenuhnya setuju dengan citra tersebut. Sebaliknya, dia mengatakan bahwa Apple belakangan telah bersuaha keras menekan harga produknya supaya lebih murah.

"Kami selalu mencoba menjaga harga kami serendah mungkin, dan tahun ini kami bisa memangkas harga jual iPhone," ujar Cook dalam sebuah wawancara di Jerman, seperti dikutip dari GSM Arena, Rabu (9/10).

Penerus mendiang Steve Jobs itu sudah beberapa kali menjawab pertanyaan kenapa iPhone dan produk Apple lainnya dibanderol lebih mahal dibandingkan merek lain. Menurutnya banderol Apple tidak terlalu tinggi jika dilihat dari perspektif yang berbeda.

Ucapan Cook ada benarnya. Sebab harga trio iPhone 11 yang diluncurkan tahun ini, memang jauh lebih murah ketimbang tiga seri iPhone keluaran tahun lalu. Bahkan untuk kawasan Eropa, harga jual iPhone 11 bisa lebih rendah 50 euro ketimbang iPhone XR. 

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Cook menjelaskan value price dari produk Apple sebanding dengan teknologi yang akan didapatkan penggunanya. Bahkan dirinya sempat menegaskan, kalau produknya ini bukan hanya kalangan orang kaya.

"Jika kalian melihat seluruh lini produk kami, kalian bisa membeli iPad di bawah harga 300 dolar AS (sekitar Rp4,2 juta). Kalian juga bisa membeli iPhone dengan rentang harga yang sama, tergantung modelnya," ungkap Cook.
 

Oleh karena itu, Cook meyakini produk-produk Apple tidak mahal jika mempertimbangkan beberapa faktor. Bahkan bisa disamakan dengan membeli secangkir kopi dari gerai-gerai waralaba terkenal, yang harganya jauh lebih mahal.

"Sangat penting bagi kita untuk mengingat bahwa sangat besar jumlah manusia yang membeli ponsel dengan mencicil tiap bulannya. Jika kamu pergi ke sekeliling Amerika Serikat dan melihat beberapa gerai operator, saya pikir kamu bisa membeli sebuah iPhone X hanya dengan USD 33 per bulan," ujarnya.

"Jika dibandingkan, harga tersebut lebih murah dibanding kita membeli secangkir kopi tiap harinya di salah satu kafe bagus di sini," tuturnya saat diwawancarai CNBC.

Sesekali Cook juga mengatakan bahwa harga merefleksikan kualitas dari produknya, sehingga menurutnya layak bila dihargai mahal. "Kami tak mencoba mematok harga setinggi yang kami mau, namun kami mencoba menyesuaikan harga dengan apa yang dapat kami berikan. iPhone X memiliki banyak teknologi baru yang dapat memimpin industri smartphone," katanya.

Harga Mahal di luar AS

Di lain kesempatan, suksesor Steve Jobs ini pernah mengakui kalau harga iPhone dan produk Apple lainnya terlalu mahal untuk penggunanya yang tinggal di luar Amerika Serikat. Laporan dari Goldman Sachs tahun 2018, menyatakan harga iPhone lebih tinggi 31 persen ketika dijual di negara lain seperti Indonesia, Swedia, India dan Brasil.

"Pajak dan sebagainya itu memang meninggikan ongkos dan membuat harganya sangat mahal. Sebenarnya keuntungan kami lebih rendah di luar AS, namun aku mengakui harganya memang tinggi," jawab Cook.

Melansir dari laporan TechinAsia, pada Desember 2018, Erajaya Group sebagai salah satu peritel resmi produk Apple menjual iPhone seri XR, XS, dan XS Max di Indonesia. Rangkaian produk tersebut dibanderol dengan harga mulai dari Rp15,1 juta, lebih mahal dibanding harga di Amerika Serikat yang mulai dari sekitar Rp10,9 juta (kurs US$1 = Rp14.600).

Tren serupa juga terjadi dengan produk-produk Apple sebelumnya. Misalnya, harga jual iPhone X dan iPhone 8 saat diluncurkan di Indonesia masing-masing lebih mahal sekitar Rp3,4 juta dan Rp2 juta dibanding harga di AS.

Disebutkan adanya dinamika penjualan, di mana Apple hanya menguasai 5,74 persen pasar smartphone Indonesia. Sementara merek lain yang menawarkan produk harga rendah ke menengah seperti Samsung, Xiaomi, dan Oppo jauh lebih populer.

"Pangsa pasar yang minim berarti Apple harus mencari profit dari menaikkan harga jual tiap produk dibandingkan volume penjualan," tulis TechinAsia, Desember 2018.


Sumber: MacWorld dan Statista. (TechinAsia)

Terlepas dari faktor seperti pajak impor dan perusahaan reseller. Ongkos iPhone secara umum memang lebih tinggi, karena strategi bisnis dari Apple yang harus meningkatkan harga jual produk mereka untuk mengimbangi kuantitas penjualan yang tidak sebanyak merek lainnya. 

Bahkan menurut estimasi dari Business Insider, grafik penjualan iPhone tidak pernah meningkat di atas 5 persen selama 12 kuartal terakhir. Sekali pun, Apple telah berkomitmen memangkas harga dari produk lawas mereka agar meningkatkan kembali jumlah penjualannya.

Jadi tak heran, kalau produk-produk Apple selalu berada di posisi teratas smartphone yang dibanderol dengan harga mahal. Apalagi Apple merupakan perusahaan yang sangat disiplin dan tidak langsung mengimplementasikan inovasi terbarunya dalam produk anyarnya, seperti pada kebanyakan flagship smartphone Android.

Nah, hal ini yang dianggap membuat perangkat iPhone kemahalan, sehingga menghadirkan margin keuntungan yang jauh lebih tinggi ketimbang perusahaan smartphone lainnya. 
 

Tag: produk apple smartphone smartwatch apple fanboy

Bagikan: