BMTH dan Forest Whitaker Gambarkan Proses Kesedihan lewat Video Musik in the dark

Tim Editor

    Forest Whitaker dalam video musik in the dark (YouTube)

    Jakarta, era.id - Bring Me The Horizon (BMTH) merilis video musik untuk tunggal terbarunya, in the dark. Selain visual bergaya sinematik, kehadiran pemenang Piala Oscar, Golden Globe sekaligus Emmy Award, Forest Whitaker yang berakting dalam video menambah daya tarik.

    BMTH telah merilis serangkaian tunggal dalam album baru mereka, "amo". Dimulai dengan MANTRA yang dirilis sebagai tunggal pertama pada Agustus 2018, disusul wonderful life, medicine, hingga mother tongue yang beruntun dirilis hingga paruh akhir tahun 2018. Selanjutnya, di awal tahun 2019, BMTH merilis seluruh materi di atas sebagai satu paket album penuh "amo".

    Sebelum video musik in the dark, BMTH telah lebih dulu merilis video musik sugar honey ice & tea. Dalam dunia futuristik in the dark, Whitaker ambil bagian menyanyikan lagu melalui sebuah proses pemetaan kerja otak (brain mapping). Di hadapan Whitaker, kita dapat melihat sejumlah memori yang terekam dalam otaknya, sebelum akhirnya Whitaker tersadar dari rasa sedihnya.

    Video musik in the dark disutradarai dan ditulis oleh Oliver Sykes sendiri, vokalis sekaligus pentolan BMTH. Oli mengatakan, pembuatan video musik in the dark adalah salah satu yang tersulit sekaligus ajaib. Prosesnya singkat, namun sangat memusingkan. “Kami berada di tengah rencana untuk mengambil video dengan seorang sutradara di L.A. (Los Angeles)," kata Oli dalam wawancara dengan NME, dikutip Rabu (23/10/2019).

    "Tiga hari sebelum syuting, saya mendapat telepon dari Forest, dan ia bilang ia berada di London dan bersedia. Saya menelepon videografer kami, Brian dan bertanya jika ia mau membantu saya merekam video. Dua hari kemudian, kami syuting di London. Itu gila. Hari-hari yang emosional dan saya beruntung mengantongi kru yang bertalenta untuk membantu saya,” tambah Oli.

    Bagi Oli, video musik in the dark memiliki kedekatan dengan proses emosional setiap manusia. Konon, in the dark mendeskripsikan proses berduka yang dialami seseorang.

    "Ketika kita melalui proses berduka, kita mencoba menolak sebuah perasaan yang sebenarnya penting untuk berduka. Bahkan, ketika sesuatu terjadi, Anda harus merasakan momen itu untuk merasakan sesuatu. Beberapa orang kehilangan seluruh dunianya ketika berduka. Yang lainnya tidak berduka. Terkadang kita hanya takut menghadapi emosi kita," tambah Oli.

    Whitaker memperkuat segala kekuatan yang coba disampaikan Oli dalam video musik in the dark. Whitaker berhasil menerjemahkan isi lagu dengan segala ekspresi yang ia mainkan. Hasilnya, menakjubkan. Whitaker memang bukan aktor sembarangan. Tahun 2007 lalu, Whitaker memenangi Piala Oscar pada kategori Aktor Terbaik untuk filmnya The Last King of Scotland.

    Selain itu, Whitaker tercatat membintangi berbagai judul box officeBlack Panther, Rogue One: A Star Wars Story dan Arrival. Dengan BMTH, Whitaker sejatinya juga memiliki ikatan tak langsung. Ia pernah terlihat hadir dalam konser BMTH di Atlanta, Georgia pada Maret 2017. Whitaker datang bersama dengan anaknya, Sonnet, yang merupakan penggemar BMTH.
     


     

    Tag: album musik industri musik

    Bagikan :