Instagram Blokir Konten Self Harm yang Membahayakan Penggunanya

Tim Editor

    Ilustrasi Instagram (Digitalpfade/Pixabay)

    Jakarta, era.id - Instagram memastikan layanannya untuk melarang konten-konten yang mengandung unsur self-harm atau menyakiti diri sendiri. Selain foto, platform media sosial ini juga akan melarang konten meme, gambar dan video yang mengarah pada tindakan melukai diri sendiri. 

    "Kami tidak akan lagi mengizinkan penggambaran fiktif tentang melukai diri sendiri atau bunuh diri di Instagram, seperti gambar atau meme atau konten dari film atau komik yang menggunakan gambar grafis," ungkap Adam Mosseri, Head of Instagram, dalam posting blog yang diunggah pada Minggu (27/10).

    "Kami juga akan menghapus citra lain yang mungkin tidak menunjukkan melukai diri sendiri atau bunuh diri, tetapi menyertakan bahan atau metode yang terkait,” sambungnya.

    Selain melarang konten-konten terkait self-harm, Instagram juga tidak akan mengizinkan penggunanya untuk mencari atau membuat tagar yang merujuk pada tindakan bunuh diri. Sebagai gantinya, perusahaan bakal mempromosikan konten pencegahan bunuh diri yang di-posting oleh organisasi-organisasi terkait.



    Adapun larangan terhadap konten-konten self-harm bermula, ketika kasus bunuh diri Molly Russell, seorang anak berusia 14 tahun yang mengakhiri hidupnya pada 2017 lalu. Kasus bunuh diri Molly ini mencuat, ketika sang ayah menemukan sejumlah konten self-harm yang merujuk pada tindakan bunuh diri pada akun Instagram dan Pinterest milik anaknya. 

    “Saya tidak ragu berkata Instagram membantu membunuh anak saya.” ayah Molly, Ian kepada BBC News, seperti dikutip era.id, Rabu (30/10/2019).

    Keluarga Molly menemukan akun Instagram dan Pinterest Molly diisi dengan konten self-harm. Tagar seperti #selfharm dan #suicide juga menjadi tagar yang sering dikunjungi Molly. Ditambah video siaran cutting dan grafis jembatan yang diberi judul jump (lompat) menjadi yang disimpan Molly.

    Kepada The Telegraph, Ian berbicara anaknya seperti mengibaratkan anaknya seperti memasuki lubang gelap kala membaca konten seperti itu. “Sesederhana kartun- bergambar hitam dan putih dengan seorang gadis berkata “Siapa yang akan menyukai seorang gadis yang ingin bunuh diri?” Beberapa dari itu bahkan memiliki grafis yang lebih jelas dan mengejutkan.”

    Sebelumnya, pada Februari 2019, Instagram juga sudah mulai berkomitmen untuk memerangi konten self-harm dalam platform mereka dengan menyembunyikan konten tersebut dalam konten sensitif. Hasilnya, sebanyak 834.000 konten grafis yang bermuatan isu self-harm telah dihapus Instagram dari laman pencariannya, serta menemukan lebih dari 77 persen dari konten tersebut sempat diakses oleh penggunanya. 



    Isu kesehatan mental yang sedang ramai dibicarakan ini membangunkan pengguna internet tentang pentingnya melindungi diri sendiri. Kita semua juga bisa berkontribusi menciptakan lingkungan internet yang baik dengan melaporkan grafis yang bisa mengarah kepada self-harm atau bunuh diri di Instagram.

    Menurut WHO, hampir 800.000 orang meninggal setiap tahun akibat bunuh diri, dan bunuh diri dilaporkan menjadi penyebab kematian nomor dua bagi kaum muda yang berusia 15 hingga 29 tahun. 

    Tag: media sosial viral anak nonton porno hari pencegahan bunuh diri

    Bagikan :