Kapsul Luar Angkasa Boeing Gagal Orbit Karena Software

Tim Editor

Starliner (NYtimes)

Jakarta, era.id - Kapsul 'Starliner' sukses kembali ke bumi dan mendarat di White Sands, New Mexico, Amerika Serikat pada Minggu (22/12). Sebelumnya, kapsul buatan Boeing itu gagal menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dalam ujicoba kapsul tanpa awak.

Misi ini sebenarnya ditujukan sebagai misi yang dapat dijalankan secara otomatis, sebelum akhirnya mengirimkan astronot ke luar angkasa. Starliner sejatinya menuju ISS, melakukan docking dan kembali ke tempat peluncurannya di Bumi.

Awalnya, misi ini berjalan dengan lancar. Setidaknya selama 15 menit pertama, Starliner mampu meluncur tanpa hambatan sama sekali. Namun kendala terjadi ketika Starliner memisahkan diri dengan roket pendorongnya, Centaur. 

Masalah pada software menjadi biang kegagalan Starliner mengorbit menuju ISS. NASA mengungkapkan jika ada kru di dalam Starliner, maka hal ini dapat diatasi dengan mudah. Kru tersebut dapat memperbaiki kesalahan waktu itu secara manual dari dalam pesawat tersebut. Sampai saat ini, NASA dan Boeing masih mencari cara terbaik untuk mendorong Starliner ke orbit yang benar. 


Starliner (NYtimes)

Pejabat NASA dan Boeing mengatakan selama panggilan konferensi hari Sabtu bahwa mereka terkejut atas kegagalan ini. Sebab, pengujian ekstensif sebelum penerbangan tidak menemukan masalah. "Hari ini itu benar-benar tidak bisa lebih baik," kata Kepala Eksekutif Ruang Angkasa Boeing Jim Chilton seperti dikutip dari Reuters, Senin (23/12/2019).

Peluncuran debut CST-100 Starliner adalah ujian bagi Boeing. Perusahaan ini berlomba dengan SpaceX, perusahaan roket milik miliarder pengusaha teknologi Elon Musk, untuk mengirim manusia ke luar angkasa. SpaceX sebelumnya berhasil mengirim kapsul tanpa awak ke ISS pada bulan Maret.
 

Tag: pencurian dana nasabah bri

Bagikan: