Warganet Kecewa dengan Peluncuran 'Fleets', Fitur Stories di Twitter

Tim Editor

Fitur stories di Twitter. (Foto: Istimewa)

Jakarta, era.id - Setelah LinkedIn meluncurkan fitur stories, kini giliran Twitter yang kabarnya sedang menguji coba fitur serupa bernama "Fleets". Platform media sosial yang didirikan pada Maret 2006 ini telah merilis fitur Twitter stories yang terlihat sama dengan stories di Instagram. 

Namun, kabar ini justru mendapat respons kurang baik dari warganet di Indonesia. Mereka yang tak suka dengan fitur stories Twitter bahkan hingga menaikkan tagar #RIPTwitter untuk mengkritik terobosan dari perusahaan asal Amerika Serikat itu.

"Beberapa orang milih maen twitter karena ngerasa cuma di twitter mereka bisa berekspresi, jadi diri mereka sendiri, ga ngerasain yang namanya insecure. Tapi kalo emang benar adanya twitter bakal nambahin fitur story gua cuma bisa geleng geleng kepala, atau kecewa," tulis akun Twitter @faturnehri.

Tagar #RIPTwitter kini sudah jadi trending topic di Twitter dengan 113 ribu.
 
 

Diketahui, untuk membuat stories, kamu hanya perlu mengetuk tombol tambah yang muncul pada awal baris, tepat berada di atas timeline beranda Twitter. Dari sana, kamu dapat mengetik hingga 280 karakter teks atau menambahkan foto, GIF, atau video. Stories akan muncul dari pertemanan yang sudah di-follow

Sebelum menghilang, stories berada di atas timeline dan cerita hanya tersimpan selama 24 jam. 

"Twitter melakukan percakapan tentang apa yang kamu pedulikan," ujar Mo Aladham, manajer produk grup Twitter yang dilansir dari Theverge.

"Tetapi, beberapa dari kalian telah memberitahu kami soal ketidaknyamanan untuk tweet. Karena tweet bersifat publik, permanen, dan memiliki jumlah publik (retweet dan suka). Kami ingin kamu melakukan percakapan dengan cara baru, lebih sedikit tekanan, lebih banyak kontrol, melampaui tweet dan pesan langsung. Itulah sebabnya mulai hari ini di Brasil, kami menguji stories dengan cara baru untuk memulai percakapan dari pikiran kamu secara sekilas," ujar Mo Aladham

Berbeda dengan kicauan, stories tidak terdapat fitur likes maupun retweet. Namun, kamu dapat meresponsnya stories temanmu dengan emoji atau teks lewat pesan Direct Message (DM). 

Twitter telah mengerjakan pembaruan fitur ini selama lebih dari setahun. Pada bulan Oktober, Pihak Twitter, Kayvon Beykpour mengatakan bahwa ia sangat tertarik untuk mengeksplorasi konsep.

Tag: twitter lite

Bagikan: