Selena Gomez Akui Idap Bipolar Disorder, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tim Editor

Selena Gomez. (Twitter @selenagomez)

Jakarta, era.id - Penyanyi Selena Gomez mengaku dirinya mengidap gangguan bipolar disorder. Artis berusia 27 tahun itu didiagnosis setelah datang ke Rumah Sakit McLean, Belmont Massachusetts. Rumah sakit ini termasuk salah satu fasilitas kesehatan mental terbaik di Amerika Serikat.

Pengakuan jujur itu diungkapkan Selena kepada penyanyi Miley Cyrus melalui IG TV 'Bright Minded' pada Jumat (3/4). Pelantun "Lose You To Love Me" mengatakan dia bersyukur akhirnya menemukan penyebab penderitaannya selama bertahun-tahun dan ingin mendapatkan semua pengetahuan terkait kondisinya sekarang.

"Baru-baru ini, saya pergi ke salah satu rumah sakit jiwa terbaik yaitu Rumah Sakit McClean Amerika dan saya menjelaskan telah bertahun-tahun melalui banyak hal yang berbeda, saya menyadari bahwa saya bipolar," jelasnya yang dilansir dari Daily Mail.

"Aku tidak pernah memiliki kesadaran atau jawaban penuh tentang kondisi ini. Ketika saya memiliki lebih banyak informasi, itu benar-benar membantu saya, itu tidak membuat saya takut ketika mengetahuinya." lanjutnya.

"Ketika saya akhirnya mengatakan apa yang akan saya katakan, saya ingin tahu segalanya tentang itu dan itu menghilangkan rasa takut," lanjutnya

Selena mengatakan bahwa selama dia dibesarkan di Texas dia merasa seperti tidak didorong untuk berbicara emosi. Selain itu, Selena juga menceritakan dirinya bersama ibunya terkait badai petir yang sempat membuat ia ketakutan.

“Ketika saya masih muda, saya takut akan badai petir dan ibu saya membelikan saya semua buku ini tentang badai petir dan dia berkata, 'Semakin kamu mencari tahu tentang hal ini, semakin kamu tidak takut',” ungkapnya.

Dilansir dari Hallo Sehat, Bipolar disorder adalah kondisi kelainan mental, yang disebut sebagai kelainan bipolar atau manic depression, yang ditandai dengan perubahan mood yang ekstrem. Lantas bagaimana cara mengatasinya?

Yang pertama dilakukan adalah terapi obat-obatan. Dokter biasanya meresepkan penstabil mood atau obat-obatan anticonvulsant. Beberapa obat memiliki efek samping, seperti pemicu gejala manik dan harus konsultasi pada dokter terlebih dahulu. 

Kedua, pengobatan psikologis. Terapi psikologis berguna untuk mengurangi gejala. Terapi terdiri dari psychoeducation, cognitive behavioral therapy (CBT) dan terapi keluarga.

Terakhir adalah mengubah kebiasaan gaya hidup. Mengubah kebiasaan yang baik memiliki peran penting dalam pengobatan bipolar mania. Maka dari itu, penting untuk mendapatkan tidur yang cukup, makan yang sehat dan aktivitas fisik yang sehat, seperti yoga atau olahraga setiap hari.

Tag: kesehatan mental

Bagikan: