Tradisi Unik Suku Afrika Mencuri Istri Orang untuk Dinikahi

Tim Editor

Suku Wodaabe (The Sun)

Jakarta, era.id - Suku-suku di Afrika memang selalu mempunyai tradisi unik. Suku Wodaabe yang sering melakukan perjalanan dari pesisir timur hingga ke barat Afrika punya tradisi mencuri istri orang. 

Suku nomaden yang kerap melintasi banyak negara seperti Nigeri, Kamerun dan Nigeria ini punya festival tahunan bernama festival gerewol. Dalam festival tersebut, warga suku Wodaabe diperbolehkan mencuri istri atau suami orang lain.

Seperti dikutip dari The Sun, Jumat (24/4/2020), penduduk suku ini telah dinikahkan sejak kecil berdasarkan tradisi. Mereka akan dinikahkan dengan saudara mereka seperti sepupu yang seumuran. Disebut tradisi mencuri istri, karena sebelumnya mereka telah dinikahkan sejak kecil secara tradisi dan bukan menikah secara harfiah. 

Saat dewasa barulah mereka boleh memilih pasangan untuk menjadi pendamping hidup sebenarnya. 


Suku Wodaabe (The Sun)

Para pemuda akan berdandan setampan mungkin untuk menarik perhatian para wanita. Mereka tampil segarang dan maskulin guna memikat lawan jenis. Para pria akan menari di venue festival, wanita yang tertarik dan terpikat dengan si pria bisa langsung ikut menari bersama.

Mereka pun akan dinobatkan sebagai pasangan dan bisa langsung bercinta di semak-semak sekitar tempat festival. Tapi, tak menjamin bila hubungan mereka langgeng sampai pernikahan.

"Ini mungkin cuma berlangsung satu malam, atau bertahan lebih lama, terkadang berjalan hingga pernikahan. Pria Wodaabe mungkin memiliki beberapa istri dan ketika mereka tinggal bersama, istri kedua atau ketiga dipandang positif oleh istri pertama," jelas fotografer majalah Londonderry, Trevor Cole yang telah mengamati suku Wodaabe selama bertahun-tahun. 

Pria dan wanita suku Wodaabe digambarkan sebagai sosok orang yang percaya diri. Mereka memproklamirkan diri sebagai sosok paling tampan dan cantik di dunia. Jika yang dipilih adalah istri orang lain maka sang suami harus pasrah dan menerimanya karena telah kalah dalam adu ketampanan. Tak hanya pria, tradisi ini juga berlaku untuk para wanita. 

Tag: pohon baobab di afrika mati

Bagikan: