Misteri Desa Yangsi di China yang Dipenuhi Manusia Kerdil

Tim Editor

Manusia kerdil di China (Foto/Instagram/@webincnews)

Jakarta, era.id - Keberadaan komunitas masyarakat bertubuh pendek tidak hanya ada di Indonesia, melainkan juga di China. Sekitar 40 persen penduduk di Yangsi, Provinsi Sichuan, China Barat Daya, memiliki ukuran tubuh kerdil. Hal ini sempat membingungkan para peneliti selama beberapa dekade. 

Di Indonesia keberadaan suku kerdil telah menjadi buah bibir hingga saat ini, di antaranya suku kerdil di Banyuwangi, suku Oni Mamuju, suku orang pendek Jambi, suku Mante (orang bunian) di Sumatera, hingga suku kerdil Sulawesi. Berbeda dengan suku kerdil di Indonesia yang banyak dibumbui dengan mitos, keberadaan suku kerdil di Desa Yangsi telah dibuktikan melalui riset.

Sebanyak 36 dari 80 penduduk di Desa Yangsi memiliki tinggi badan hanya 90 sentimeter dan paling pendek memiliki tinggi sekitar 60 sentimeter.

Tidak ada penjelasan yang bisa menjawab fakta ini, tetapi hal ini bukan sesuatu yang harus diabaikan. Penelitian telah menguji lewat butiran tanah dan air di wilayah itu untuk mencari tahu jawaban di balik kondisi fisik penduduk yang kerdil.

Menurut cerita para tetua desa, kehidupan damai dan bahagia mereka hancur saat malam musim panas terjadi bertahun-tahun silam dan ketika penyakit keji melanda wilayah tersebut.


Manusia kerdil di China (Foto/Instagram/@webincnews)

Dikutip dari procaffenation pada Selasa (16/6/2020), beberapa penduduk setempat menderita suatu kondisi misterius, terutama menyerang anak-anak berusia antara usia 5 dan 7 tahun. Anak-anak tersebut berhenti tumbuh, dan tetap bertubuh pendek hingga tua. Terlepas dari ketidakmampuan mereka untuk tumbuh lebih tinggi, beberapa dari mereka juga menderita berbagai cacat fisik lainnya.

Adapun beberapa teori konspirasi, seperti warga Yangsi yakin nenek moyang mereka telah murka dan marah karena tidak diberikan penguburan yang layak. Selain itu, ada juga yang menuding feng shui desa yang buruk dan menyebabkan kesialan sehingga pertumbuhan dari warganya terhambat.

Meskipun alasan-alasan ini tak masuk akal, penjelasan paling aneh dari semua itu adalah kutukan kura-kura hitam. Menurut cerita, kura-kura hitam dengan kaki aneh ditemukan oleh seorang pria bernama Wang. Penduduk desa mengalami dilema antara membiarkan kura-kura pergi atau menyantapnya. 

Namun, karena tak tahan ingin menyantapnya, mereka pun membunuh kura-kura, memanggangnya, dan berpesta. Penduduk desa percaya kutukan dari kura-kura mendatangkan malapetaka hingga anak-anak bertubuh kerdil.


Manusia kerdil di China (Foto/Instagram/@webincnews)

Saat ini, jumlah penduduk di Desa Yangsi telah menyusut setiap tahunnya. Pada tahun 1997, ada sebuah konspirasi menyatakan mereka menjadi kerdil karena tanahnya terkena merkuri. Meski begitu, Pemerintah China tidak pernah mengizinkan orang asing untuk mengunjungi Desa tersebut.

Selama bertahun-tahun, beberapa warga telah meninggalkan desa itu karena takut terkena dampak negatif. Tetapi keadaan sekarang tampaknya membaik lantaran generasi muda di desa itu memiliki ukuran tubuh seperti manusia pada umumnya.


Manusia kerdil di China (Foto/Instagram/@webincnews)

Tag: manusia kerdil china konspirasi wisata

Bagikan: