Pria Cukur Bulu Kemaluan Bisa Jadi Pertanda Selingkuh

Tim Editor

Ilustrasi (Dailystar)

Jakarta, era.id - Perhatian buat kamu para wanita bila pasangan kamu tiba-tiba merawat diri. Seorang wanita di Inggris curhat tentang kekhawatiran suaminya selingkuh karena tiba-tiba mencukur bulu kemaluannya untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu. Apakah mencukur bulu kemaluan bisa jadi indikator pasangan kamu selingkuh?

Di situs Netmums, gadis yang tak mau disebutkan identitasnya itu mengungkapkan kekhawatiran tersebut. Seperti diketahui, bisa saja bulu kemaluan berhenti tumbuh setelah dicukur.

"Jadi suamiku telah mencukur bulu kemaluannya, biasanya setiap enam minggu sekali atau lebih. Dia terakhir melakukannya akhir Februari atau awal Maret. Padahal selama itu ia cuma work from home," tulisnya seperti dikutip dari Dailystar, Selasa (16/6/2020).

Ia bertanya kepada sang suami mengapa tiba-tiba ia sangat perhatian terhadap area vitalnya. Sang suami menjawab kalau ia harus masuk kerja pada pekan depan. "Apakah aku menjadi orang aneh paranoid?" katanya.

Tanggapan terhadap postingan tersebut sangat beragam, tetapi beberapa mengatakan bila pasangan tiba-tiba sangat perhatian pada area genital patut dipertanyakan.

"Mantan saya melakukan ini setelah 16 tahun bersama dan dia berselingkuh dengan seseorang di kantornya," tulis salah satu komentar.

Selain itu, wanita tersebut juga mnegaku punya firasat bahwa ada sesuatu yang tidak beres ketika suaminya mencukur rambut kemaluan. 

Pengguna Netmums lain berbagi cerita yang sama. "Pengalaman saya dari suami saya yang selingkuh, dia juga melakukan ini," katanya.

"Ketika saya bertanya kepadanya, dia mengatakan hanya mencoba-coba. Tapi kemudian saya memergokinya selingkuh," ucapnya.

Tapi ada juga yang membantah anggapan negatif tersebut. "Aku tidak akan melihat ini sebagai tanda selingkuh. Suamiku sudah merawat diri sebelum liburan anak-anak seperti janggutnya dipangkas, dan lainnya. Ini bukan tentang selingkuh, tetapi tentang merasa baik tentang dirinya sendiri," tulis salah satu komentar.

Tag: kekerasan seksual

Bagikan: