K-Pop Goes to Korut

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Red Velvet (Instagram: redvelvet.smtown)

Seoul, era.id - Makin hari, hubungan Seoul dan Pyongyang terasa makin mesra. Setelah acara pejabat kedua negara saling mengunjungi, giliran K-Pop yang bakal masuk ke Korea Utara.

Ketegangan antara Korea Selatan dan Korea Utara mereda selama perhelatan Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan. Korut mengirimkan delegasinya. Kim Jong Un membalas dengan mengundang Presiden Moon Jae-In ke Korea Utara untuk menghadiri sebuah pertemuan puncak delegasi tingkat tinggi. Senin (5/3) lalu, 10 delegasi Korsel dipimpin Kepala Kantor Keamanan Nasional Chung Eui-yong tiba di Pyongyang.

Kembali ke K-Pop. Korsel akan mengirim sekelompok penyanyi K-pop mulai 31 Maret mendatang. Jumlah delegasi K-Pop mencapai 160 orang dan ada di sana hingga 3 April, seperti dilansir Reuters, Selasa (20/3/2018). Red Velvet dan veteran industri musik Cho Yong-pil serta Lee Sun-hee akan berada di antara kelompok itu,

Mereka akan menggelar dua pertunjukan di Pyongyang. Yang pertama di East Pyongyang Grand Theatre dan satu lagi di Ryukyung Chung Ju Yung Gymnasium. Nama terakhir ini adalah proyek bersama Korsel-Korut. Namanya diambil dari pendiri grup Hyundai.

Sebagai awalan, akan ada pejabat kementerian Korsel yang terbang ke Pyongyang 22-24 Maret. Mereka akan datang untuk memeriksa lokasi dan memastikan venue dapat menampung para penyanyi.

Kedatangan K-Pop akan membuka babak baru peradaban di Korut. Selama ini Korut begitu tertutup terhadap budaya luar. Serba-serbi soal K-Pop akan kami bahas tuntas, Rabu (21/3) besok. Termasuk bagaimana strategi pemerintah Korsel yang bisa membuat K-Pop menjadi kekuatan raksasa.

Baca Juga : Hubungan Korut dan Korsel Mereda

Tag: era budaya instan k-pop

Bagikan: