Cabor Baru Asian Games dan Aturan Mainnya (Part 1)

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi (Hilda/era.id)

Jakarta, era.id - Asian Games 2018 tengah digelar di Jakarta dan Palembang. Ada 40 cabang olahraga (cabor) yang dikompetisikan di ajang olahraga se-Asia ini. Dari 40 cabor tersebut, 10 di antaranya adalah cabor baru. Dalam artikel kali ini, kami akan memaparkan aturan main dari tiga cabor baru itu. Tulisan ini merupakan pembuka dari tulisan bersambung dengan judul yang sama. Untuk artikel selanjutnya bisa di baca dengan judul Cabor Baru Asian Games dan Aturan Mainnya (Part 2).

1. Basket 3x3

Salah satu cabor baru yang akan dimainkan pada Asian Games 2018 adalah Basket 3x3. Sebenarnya cabor ini sangat mirip dengan basket pada umumnya, mulai dari peraturan hingga penilaian. Perbedaan mungkin dapat dilihat dari jumlah pemain dan luasnya lapangan. Agar lebih jelas mengenai cabor baru di Asian Games 2018 ini, mari kita ulas secara detil mengenai cabor baru ini.

Secara ukuran lapangan, basket 3x3 sudah pasti lebih kecil daripada lapangan basket umumnya. Lapangan basket biasa berukuran 28x15 meter, untuk menampung pemain sebanyak sepuluh orang dan menggunakan dua ring. Sedangkan basket 3x3, luasnya setengah dari lapangan basket biasa, yaitu 11x15 meter karena hanya untuk menampung enam orang di lapangan. 

Untuk jumlah pemain, satu tim terdiri dari tiga orang. Sementara, satu orang lainnya duduk di bangku cadangan. Pertandingan ini dipimpin satu atau dua orang wasit apabila diperlukan.

Baca Juga : Cabor Baru di Asian Games 2018

Durasi pertandingannya juga berbeda dengan basket 5x5. Basket 5x5 menganut dua tipe pertandingan, yakni, 2x20 menit dengan empat kali time out dan 4x10 menit dengan lima kali time out. 

Sedangkan, basket 3x3, sekali game time hanya memakan waktu 10 menit dan diberikan time out satu kali untuk setiap team berdurasi 30 detik, selain durasi 10 menit. 

Permainan dapat dihentikan apabila salah satu tim berhasil meraih 21 poin terlebih dahulu dan keluar sebagai pemenang. Apabila terjadi overtime, maka masing-masing tim memperebutkan dua poin terlebih dahulu agar keluar sebagai pemenang. 

Soal perebutan poin dalam 3x3, sedikit berbeda dari biasanya. Normalnya untuk tembakan di luar garis akan mendapat 3 poin, dalam 3x3 hanya mendapatkan 2 poin, sedangkan untuk tembakan normal dalam garis hanya mendapatkan 1 poin, umumnya mendapatkan 2 poin pada basket 5x5. 

Peraturan umum lainnya, seperti team foul penalty, jumpball, check ball, freethrow, tidak berbeda jauh dengan basket pada umumnya, terlebih peraturan umum tersebut mengacu kepada peraturan regular bola basket FIBA.


Infografis aturan main cabor baru di Asian Games 2018. (Hilda/era.id)


2. Jiu-Jitsu

Seni bela diri ini masuk dalam cabor terbaru dalam Asian Games 2018. Jiu-jitsu merupakan turunan dari seni bela diri Judo yang berasal dari Jepang dan lebih dikenal sebagai bela diri gulat kuncian. 

Teknik dan gaya bertarung yang lebih memfokuskan pada pertarungan bawah, bantingan, cekikan, kuncian sendi dan pemanfaatan posisi menguntungkan.

Oleh sebab itu, seni bela diri ini memiliki sistem penilaian yang cukup berbeda. Misalnya, tinju yang memang mendapatkan poin dari pukulan yang masuk, untuk jiu-jitsu juga menggunakan sistem poin, tetapi bukan sebanyak apa pukulan yang masuk.

Baca Juga : Indonesia Punya Venue Jetski Permanen Pertama di Dunia

Dalam pertandingan atau kompetisi jiu-jitsu, sistem penilaian ditentukan oleh wasit di lapangan. Sebagaimana pertandingan pada umumnya, wasit atau juri jiu-jitsu merupakan praktisi jiu-jitsu itu sendiri.

Terdapat dua cara untuk memenangkan pertandingan jiu-jitsu. Pertama membuat lawan menyerah dengan kuncian yang dilakukan. Berikutnya, menang dengan poin seperti pada umumnya di pertandingan bela diri, di mana lawan knock out (KO)

Poin biasanya didapatkan dari dominasi kuncian atau posisi serta gerakan yang menguntungkan, sampai akhirnya lawan menyerah. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk mengatakan menyerah dalam pertandingan jiu-jitsu, seperti, menepuk bagian tubuh lawan, membanting-banting kaki pada matras atau menyerah secara verbal.


Infografis beberapa cabor baru dalam Asian Games (Hilda/era.id)

3. Pencak Silat

Pencak silat merupakan salah satu cabor baru dalam Asian Games kategori bela diri. Seni bela diri ini memang sangat identik dengan budaya Indonesia. Pencak silat pada umumnya lebih dekat dengan seni bela diri tradisional Indonesia. Oleh sebab itu, jenis pencak silat pun sangat beragam, hampir di setiap daerah memiliki seni bela diri tersendiri yang biasa dikatakan sebagai sebuah silat. 

Untuk sistem pertandingannya, pencak silat memiliki beberapa kriteria. Yaitu, kemahiran dalam menyerang, kemahiran dalam bertahan, kemahiran dalam menjatuhkan, kemahiran dalam mengunci. 

Pertandingan pencak silat terbagi tiga babak dengan durasi per babak adalah dua menit, serta mendapatkan jatah istirahat per babak selama satu menit. 

Selain itu, dalam pertandingan pencak silat, tidak bisa serta merta menyerang beruntun tanpa arah dan lebih dari empat kali kombinasi. 

Sedangkan untuk ketentuan kemenangan dalam pencak silat, seperti halnya seni bela diri lainnya, pemenang dapat di hitung melalui poin dalam pertandingan. 


(Infografis cabor baru di Asian Games 2018/era.id)

Perolehan poin juga mirip dengan seni bela diri lainnya, di mana salah satu pemain dapat mendominasi dengan melakukan serangan yang terarah dan teratur kepada lawannya. 

Selain itu, penentuan pemenang dapat dilihat dari segi teknik. Penilaian dapat dilakukan apabila beberapa kategori terpenuhi seperti halnya lawan menyerah dan mengundurkan diri karena tidak dapat melanjutkan pertandingan. Atau, keputusan dokter dalam pertandingan mengenai kondisi dan kemampuan pemain, serta karena permintaan pelatih. 

Baca Juga : Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2018

Selain itu ada beberapa kategori memenangkan pertandingan pencak silat, salah satunya menang karena pertandingan tidak seimbang, menang mutlak yaitu ketika lawan terjatuh lantaran serangan yang sah dan tidak bangun atau tidak sadar saat wasit menghitung sampai 10 detik.

Selanjutnya, mengenai sistem penilaian, setiap pemain memperoleh satu poin apabila berhasil menangkis atau menghindar dari serangan dan melakukan serangan balik, berikutnya 1 poin apabila berhasil menangkis atau menghindar dari serangan dan membalas dengan cara menjatuhkan lawan. 

Perolehan dua poin apabila berhasil melancarkan serangan kaki tepat pada sasaran. Tiga poin apabila berhasil menjatuhkan lawan. Terakhir, empat poin apabila berhasil mengunci gerakan lawan. Untuk mendapatkan poin dalam melancarkan serangan, ada beberapa sasaran yang sah seperti, dada, perut, pinggang kiri atau kanan dan punggung.


Infografis cabang olahraga yang dipertandingkan pada Asian Games 2018 (Hilda/era.id)

Tag: menjadi bangsa pemenang asian games 2018

Bagikan: