Twitter Kini Mampu Batasi Konten Negatif

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Twitter membuat sebuah pendekatan baru untuk mengembangkan percakapan publik yang sehat. Konten-konten yang berisi candaan negatif dan membawa pengaruh buruk kepada pengguna lainnya kini dibatasi.

Pendekatan baru tersebut terletak pada membuat sebuah kebijakan, memproses hasil laporan manusia, dan bantuan mesin yang membuat kicauan yang dihasilkan mampu diorganisasi dan disajikan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Lebih jauh, Twitter berusaha membatasi pelaku troll menggunakan sebuah algoritma terbaru. Misalnya, apabila kamu melihat percakapan dari sebuah kicauan selebritis atau orang berpengaruh, maka balasan awal sering kali berasal dari akun palsu atau akun robot yang berusaha merebut tempat teratas. 

Algoritma Twitter terbaru ini berusaha mengatur kicauan berdasarkan kualitas sekaligus menghalangi bot agar mampu menguasai perhatian. Kicauan berkualitas akan ditentukan berdasarkan terverifikasinya akun tersebut, baik verifikasi dari admin atau verifikasi dari data pribadi.

Baca Juga : Awas, Black Dot of Death Bisa Hancurkan iPhone

Tapi, Twitter tidak akan semudah itu menghapus kicauan yang dianggap buruk. Mereka akan menggunakan fitur 'show more replies' untuk menahan kicauan tersebut agar tidak mudah dibaca. 

Selain itu, keaktifan kamu untuk melaporkan berbagai kicauan yang dianggap menyalahi aturan berdampak pada susunan timeline, menghindari kicauan yang tidak ingin kamu lihat.

Pada dasarnya, platform media sosial lain seperti Facebook memiliki fitur moderasi agar mampu menghapus konten-konten yang melanggar. Namun Twitter enggan menghapus kicauan bermasalahan tanpa laporan pengguna atau tinjauan moderator. 

Tapi saat ini, pihak pengembang berusaha membangun kecerdasan algoritma untuk mengatasi beban pelanggaran konten tersebut tanpa harus terus bergantung pada laporan pengguna.

Baca Juga : Google Assistant Bisa Menelepon Seperti Manusia

Tag: chipset teknologi 7nm twitter lite media sosial

Bagikan: