Piala Dunia Para Pesepak Bola Muslim

Tim Editor

Ilustrasi (Yuswandi/era.id)

Jakarta, era.id - Bulan Ramadan telah menciptakan berbagai perspektif terkait tantangan menjalankan ibadah puasa. Bagi umat Islam, puasa adalah kewajiban, tak terkecuali bagi mereka yang berada jauh dari lingkungan islami.

Sejak 2010, penyelenggaran Piala Dunia selalu bertepatan dengan bulan Ramadan. Piala Dunia yang selalu diadakan di luar benua Asia menguntungkan muslim di Indonesia karena waktu sahur mereka ditemani oleh serangkaian pertandingan. Akan tetapi, apabila dilihat dari para pemain yang menjalankan ibadah puasa, tantangan mereka untuk bertanding sangatlah berat.

Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, cerita berbagai tim yang dihuni mayoritas pemain beragama Islam mengalami dilema. Aljazair mengukir sejarah besar dengan lolos ke babak knock-out setelah menyingkirkan Rusia dan Korea Selatan. 

Tapi di babak perdelapan final, tantangan Aljazair makin besar lantaran harus menghadapi Jerman, tim tangguh favorit juara. Tantangan itu semakin sulit ketika mereka juga harus mengurangi pola latihan dikarenakan kewajiban berpuasa.

"Kami perlu mendiskusikan di antara kami sendiri. Jelas, agama kami sangatlah penting untuk tim. Jadi kami akan membicarakannya dan menetapkan strategi terbaik agar kami bisa melakukan secara besama," ujar pemain Aljazair, Djamel Mesbah.

Puasa sangatlah berarti bagi muslim di seluruh dunia. Selama 30 hari di bulan Ramadan, muslim diwajibkan tidak makan, tidak minum, menjaga perilaku baik, sekaligus meningkatkan ibadah. Bagi kapten tim Madjid Bougherra, menjadi pesepak bola muslim di liga Eropa adalah tantangan sulit.

"Saat saya bermain besama Rangers di Skotlandia, hal paling sulit apabila berpuasa di bulan Ramadan adalah menjaga tubuh dari dehidrasi, beberapa pemain juga bisa untuk menunda puasanya, tapi saya pikir saya akan tetap berpuasa," ujar Madjid dilansir dari theguardian.com.


Ilustrasi (Yuswandi/era.id)


Pengalaman Pemain Top Bertanding di Bulan Puasa

Kolo dan adiknya, Yaya Toure adalah pemain muslim yang membela timnas Pantai Gading. Bagi Kolo Toure, sulitnya puasa saat persiapan dan pertandingan di bulan Ramadan hanya terjadi di awal saja.

"Lima hari pertama tentu terasa sulit," ujar Kolo Toure dilansir dari nytimes.com. "Setelah itu, tubuh mulai beradaptasi dan kamu merasa sangat bahagia, kamu juga membersihkan tubuhmu, dan kamu merasa lebih kuat setelah Ramadan," tambah Kolo.

Akan tetapi, beberapa pemain juga memilih untuk tidak berpuasa dikarenakan alasan medis yang disarankan. Pemain tersebut antara lain Mesut Ozil, Xerdan Shaqiri, Granit Xhaka, Valon Behrami, hingga Sammy Khedira. Bacary Sagna, bek berkebangsaan Prancis juga memiliki pandangan atas sikapnya yang memilih tidak berpuasa saat bertanding di Piala Dunia 2014.

"Sebagai seorang muslim, saya tahu adanya aturan yang mengizinkan kita bisa menghindari puasa, dan dengan berbagai alasan saya memutuskan untuk tidak berpuasa. Akan tetapi, aku akan menghormati siapapun yang akan tetap berpuasa saat bertanding," ujar Sagna.

Pada tahun ini, Piala Dunia digelar di Rusia, 14 Juni-15 Juli 2018, bersamaan dengan hari terakhir Ramadan. Para kontestan tentunya harus melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari. Dan d
ilema kembali menghinggapi para pemain dari negara-negara muslim yang kali ini diwakili Arab Saudi, Maroko, Tunisia, dan Mesir. 

Selain itu, meski bukan negara dengan mayoritas muslim terbesar, beberapa negara memiliki pemain bergama islam. Yakni Nigeria, Senegal, Prancis, Swiss dan Belgia.

Tim Nasional Mesir melalui Asosiasi Sepakbola Mesir (EFA) meminta para pemainnya untuk tidak berpuasa di bulan Ramadan demi persiapan di Piala Dunia. Kepala medis Timnas Mesir, Abo Rida menyatakan berpuasa saat persiapan Piala Dunia adalah kendala utama yang dialami oleh EFA.

"Jika pemain menahan diri untuk tidak makan, peluang untuk kehilangan tenaga meningkat dengan cepat. Selama Ramadan, cara hidup pun berubah sepenuhnya, mereka tidak tidur di malam hari, mereka tidak makan atau minum pada siang hari, bagaimana mereka bisa berlatih ketika siklus fisiologis benar-benar berubah," ujar Rida.

Mesir dengan pemain bintangnya seperti  Mohamed Salah dan Mohamed Elnenny dijadwalkan akan memainkan laga perdana pada 15 Juni 2018 melawan tim kuat, Uruguay. Pada pertandingan kedua dan ketiga, Mesir akan bermain dalam suasana Idul Fitri melawan tuan rumah, Rusia (19/6) dan Arab Saudi (25/6).

Baca Juga : Kilas Grup A Piala Dunia: Kemilau Salah

Tag: eramadan piala dunia rusia forum umat islam

Bagikan: