5 Penipuan Terbaru yang Pengguna WhatsApp Harus Tahu

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta,era.id - WhatsApp sebagai aplikasi pesan instan daring telah menjadi idola bagi masyarakat dunia, tak terkecuali di Indonesia. Aplikasi ini memudahkan setiap orang untuk terus terhubung, baik dengan rekan kerja, keluarga, ataupun pasangan.

Sedemikian pentingnya WhatsApp, risiko penyalahgunaan yang ditimbulkan juga semakin tinggi. WhatsApp rentan menjadi media penipuan, penyebaran berita palsu, hingga aksi hacking. Akibatnya, terjadi pencurian data penting, terbongkarnya privasi, hingga penghancuran sistem aplikasi dan ponsel.

Baca Juga: Twitter Bakal Berikan Banyak Ruang Informasi Penting

Menyadari risiko penyalahgunaan ini, pihak WhatsApp membenahi sistem keamanan dengan menerapkan sistem dua kali verifikasi. Verifikasi pertama menghubungkan akses WhatsApp ke email pengguna, sedangkan verifikasi selanjutnya mengharuskan pengguna memakai pin untuk membuka aplikasi.

Sementara itu, untuk menekan penyebaran berita hoaks, WhatsApp meluncurkan fitur "batasi grup" yang bisa digunakan di iOS, Android, dan Windows Phone. Melalui fitur ini, hanya admin grup yang dapat mengirim pesan. Sementara anggota grup hanya dapat membaca tanpa bisa menanggapi.

Meski demikian, WhatsApp tetap kewalahan lantaran bug berkembang pesat dan modus penipuan semakin rumit. Berikut berbagai bug yang harus kamu waspadai:

1. Sistem pemblokiran yang rusak
Apa yang terjadi jika pengguna WhatsApp yang telah diblokir tetap bisa mengirim pesan pada pemblokir? Tentu hal tersebut akan sangat meresahkan. Sistem pemblokiran yang rusak memungkinkan pengguna yang telah diblokir tetap terhubung ke pemblokir. Solusinya, batalkan pengguna yang akan diblokir dan blokirlah ulang.

2. Memata-matai obrolan
Pengguna WhatsApp perlu berhati-hati terhadap ruang privatnya. Pasalnya, ada aplikasi bernama Chatwatch yang memungkinkan pengguna memata-matai obrolan. Sesuai namanya, aplikasi tersebut memungkinkan pengguna mengintip isi obrolan pengguna lainnya.

3. Bom teks
Bom teks merupakan bug yang berisi pesan dengan ikon emoji yang tampak tidak berbahaya, namun, tanpa bisa dicegah, pesan tersebut akan secara otomatis diteruskan ke pengguna lain tanpa bisa dihentikan.

Sebuah bom teks terbaru dilaporkan menyerang pengguna Adroid maupun iOs. Biasanya, pengguna yang terkena bom teks dapat menormalisasi WhatsApp mereka dengan cara me-restart ponsel. 

4. Hang bomb
Masih ingat dengan ikon bulat di sebuah pesan WhatsApp yang apabila ditekan akan membuat ponsel berhenti untuk sementara? Pesan itu sebenarnya merupakan sebuah bug bernama black of death yang berfungsi untuk membekukan aplikasi secara sementara atau membuat ponsel tidak responsif.

Bug ini adalah virus berbahaya yang berasal dari pesan berantai Whatsapp pada iPhone atau iPad, yang mampu menghancurkan aplikasi pesan iOS. Black dot of death bekerja dengan cara yang mirip dengan bug WhatsApp yang membebani ponsel dengan ribuan potongan teks unicode. Bagi para pengguna Apple, bug bernama black dot of death ini berpotensi menghancurkan sistem iMessages. 

Baca Juga: Aplikasi Kesehatan Dukung Pengguna Smartphone Hidup Sehat

5. Pizza Hut scam
Pernah menerima pesan WhatsApp dengan isi " Pizza Hut is Giving-away 4 FREE Large Pizza to everyone on its 60th Anniversary. Get your 4 free Pizza at : http://pizza.iixi.win/.”?

Hati-hati, apabila pengguna WhatsApp menekan tautan tersebut, maka ponsel akan secara otomatis membuka browser dan meminta pengguna untuk menjawab pertanyaan sederhana dengan iming-iming hadiah. Tentu saja hadiah tersebut palsu. Namun, yang berbahaya,  pengguna akan secara otomatis diminta untuk menyebarkan tautan tersebut kepada tujuh pengguna lain. Dengan cara itu, scammer mengumpulkan informasi pribadi pengguna yang bisa dimanfaatkan untuk penyalahgunaan lainnya. 

Tag: chipset teknologi 7nm penipuan

Bagikan: