Polda Metro Ungkap Kasus Penipuan Travel Umrah dengan Korban Ratusan Orang, Ada yang Sempat Luntang Lantung di Mekkah

| 28 Mar 2023 09:21
Polda Metro Ungkap Kasus Penipuan Travel Umrah dengan Korban Ratusan Orang, Ada yang Sempat Luntang Lantung di Mekkah
Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi. (Antara)

ERA.id - Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap kasus penipuan umrah dengan korban mencapai ratusan orang. Penipuan umrah ini diduga dilakukan PT Naila Safaah Wisata Mandiri.

"Jumlah korban sejauh ini dari data yang kita dapat ada sekitar ratusan orang," kata Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Senin (27/3) malam.

Hengki mengungkapkan kasus ini berawal ketika Polda Metro Jaya menerima laporan dari Kementerian Agama (Kemenag) jika ada jemaah umrah sempat tidak bisa pulang ke Indonesia dan tertahan di Arab Saudi.

"Jadi korban ini mengadu ke Konjen di Arab Saudi, aduan itu kemudian disampaikan ke Kemenag dan akhirnya sampai ke kita," ucapnya.

Penyelidikan pun dilakukan usai polisi menerima laporan tersebut. Meski begitu, Hengki belum merinci total korban penipuan travel umrah PT Naila Safaah Wisata Mandiri ini.

Namun dari dokumen yang didapat, salah satu korban bernama Abdus dan 63 jemaah lain dijadwalkan pulang ke Indonesia pada 18 September 2022 sekitar pukul 17.50 waktu setempat.

Mereka tiba di bandara setempat sekira pukul 15.00 waktu setempat. Namun, para jemaah umrah ini batal dipulangkan dengan dalih visa bermasalah.

Puluhan jemaah umrah tersebut lantas dibawa ke hotel Prima dan diinapkan selama tiga hari. Setelahnya, mereka dipindahkan ke Hotel Pakons Prime sampai waktu pemulangan pada 29 September 2022.

Dari total 64 jemaah, tidak semuanya bisa dipulangkan. Sebanyak 16 jemaah lain masih harus menunggu kepulangannya. Alhasil, jemaah yang tak bisa pulang ke Indonesia luntang-lantung selama sembilan hari di Mekkah tanpa ada kabar dari travel umrah tersebut.

"Saya Abdus salah satu korban PT Naila Safaah dan mewakili 16 jemaah lainnya atas keterlambatan pulang ke tanah air selama kurang lebih 8 hari di Mekkah kami berkirim surat ke KJRI baru ada tanggapan sehingga kami dipulangkan," kata Abdus.

Rekomendasi