Polisi Periksa Pemilik Kafe Kasus Pria Diduga Disekap dan Disiksa Gegara Utang di Jaktim

| 10 Jul 2024 15:08
Polisi Periksa Pemilik Kafe Kasus Pria Diduga Disekap dan Disiksa Gegara Utang di Jaktim
Ilustrasi penyekapan. (Antara)

ERA.id - Polisi masih mengusut kasus seorang pria, MRR (23) yang diduga disekap dan disiksa di sebuah kafe di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim). Pemilik kafe yang menjadi lokasi korban disekap telah dimintai keterangan.

"Pemilik (kafe) sudah (diperiksa)," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Armunanto Hutahaean kepada wartawan, Rabu (10/7/2024).

Namun, perwira menengah Polri ini enggan mengungkapkan hasil pemeriksaan terhadap pemilik kafe ini. Pun berapa banyak saksi yang telah diperiksa, juga tak dijelaskannya.

Armunanto hanya menambahkan karyawan kafe tersebut juga telah diperiksa.

"Tentunya akan kami periksa semua supaya terang perkaranya," jelasnya.

Sebelumnya, MRR diduga disekap dan disiksa oleh sejumlah orang di sebuah kafe di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Paman MMR, Yusman menjelaskan kejadian berawal ketika keponakannya ikut bisnis jual beli mobil bersama temannya sejak September 2023.

Bisnis ini awalnya berjalan lancar. MMR lalu disekap dan disiksa oleh teman-temannya karena belum membayar utang.

"Banyak (bentuk penganiayaannya), jadi di situ dipecut pakai selang, kemudian disundut pakai rokok, itu ada 20 titik lho. (Disundut) di bagian dada, di bagian paha, punggung. Kemudian kelaminnya itu disundut, bukan disundut (tapi) dipakein korek api, terus diolesin bon cabai di lubangnya di kemaluannya, makanya kata saya 'aduh gila benar'," kata Yusman saat dihubungi, Sabtu (6/7).

"Utang nggak begitu banyak, (yakni sebesar) Rp176 juta," tambahnya.

Penyiksaan dan penyekapan ini diduga dilakukan agar korban cepat membayar utangnya. Orang tua tidak mengetahui jika MMR disekap dan disiksa karena korban tinggal di kafe tersebut bersama rekan-rekannya. Keluarga korban juga awalnya tak tahu pekerjaan MMR karena tak diberitahu.

MMR pulang ke rumah ketika Idul Fitri kemarin. Namun, korban tak mengungkapkan kejadian yang menimpanya. Usai Idul Fitri, dia kembali ke kafe tersebut dan mengalami penyiksaan lagi.

"(Sebanyak) 30 (pelaku) totalnya (yang aniaya MMR)," ucapnya.

Rekomendasi