Kemendagri Ajak Kepala Daerah Wujudkan Asta Cita Presiden di Bidang Ketahanan Pangan

| 17 Jan 2026 12:34
Kemendagri Ajak Kepala Daerah Wujudkan Asta Cita Presiden di Bidang Ketahanan Pangan
Rakornas Sinergi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Urusan Pemerintahan Umum di Daerah guna Mendukung Pelaksanaan Program Prioritas Presiden dan Asta Cita di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Sabtu (17/1/2026).

ERA.id - Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik mengajak kepala daerah dan jajaran sekretaris daerah untuk berperan aktif mewujudkan Asta Cita Presiden, khususnya di bidang ketahanan pangan.

Akmal mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap kebijakan kemandirian pangan yang terwujud dalam berbagai program prioritas, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), serta program swasembada pangan.

"Fokus untuk kemandirian pangan bisa diwujudkan. Bagaimana menggerakkan masyarakat untuk mewujudkan ketahanan pangan. Misal, mendorong anak-anak muda, siswa sekolah untuk menanam satu pohon cabai saja, itu sudah merupakan wujud mengimplemantasikan rasa nasionalisme demi kemandirian bangsa di bidang pangan," ujar Akmal saat membuka Rakornas Sinergi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Urusan Pemerintahan Umum di Daerah guna Mendukung Pelaksanaan Program Prioritas Presiden dan Asta Cita di Hotel Pullman Jakarta Central Park, dikutip Sabtu (17/1/2026).

Akmal menuturkan Indonesia memiliki potensi besar berupa bonus demografi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Peluang tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang andal guna menciptakan kemandirian bangsa.

Di sisi lain, dia mengingatkan jika Indonesia sejak dulu dikenal sebagai negara agraris. Namun saat ini menghadapi tantangan serius karena menurunnya minat generasi muda di sektor pertanian, terlebih di tengah dominasi petani yang kebanyakan berusia lanjut.

"Saya mencatat ada kurang lebih 80 juta anak usia sekolah mulai dari SMP hingga SMA di seluruh Indonesia. Pemikiran saya, bagaimana seandainya kepada 80 juta anak sekolah ini mereka diberikan pendidikan bagaimana mewujudkan ketahanan pangan," imbuhnya.

Dari total jumlah tersebut, apabila sebagian besar dibekali pendidikan di sektor pangan maka akan berdampak sangat signifikan. Karena itu, dia mendorong kepala daerah untuk berinovasi dalam merancang program untuk generasi muda agar mendukung ketahanan pangan.

Contohnya, jika program penanaman cabai dijalankan secara konsisten, berpotensi membantu pengendalian inflasi daerah. Hal ini mengingat harga cabai kerap menjadi pemicu naiknya angka inflasi.

"Andaikan satu siswa saja kita berikan kewajiban menanam satu cabai maka akan ada 80 juta batang cabai di Indonesia. Kegiatan menanam dan merawat pohon cabai itu termasuk kegiatan menumbuhkan disiplin dan tanggung jawab siswa di sekolah masing-masing," tutur Akmal.

Lebih lanjut, Akmal menegaskan kreativitas dan inisiatif kepala daerah sangat dibutuhkan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal ini sejalan dengan target pemerintah agar program MBG dapat menjangkau hingga 82 juta penerima manfaat, sehingga diperlukan kesiapan pasokan pangan yang mampu menyuplai kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya dukungan daerah terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai upaya menggerakkan perekonomian masyarakat. Melalui optimalisasi program tersebut, diharapkan roda perekonomian dapat bergerak dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Rekomendasi