Publik Resah dengan Mobil Polisi yang Parkir Sembarangan di GBK

| 20 May 2026 08:03
Publik Resah dengan Mobil Polisi yang Parkir Sembarangan di GBK
Mobil polisi yang tak parkir di area parkir resmi yang tersedia di kawasan Gelora Bung Karno, Rabu (20/5/2026).

ERA.id - Sejumlah pengunjung kawasan GBK mengeluhkan kondisi lalu lintas dan akses pejalan kaki yang terganggu akibat kendaraan yang diparkir di badan jalan.

Salah satu sorotan datang dari kendaraan kepolisian yang terlihat tidak menggunakan area parkir resmi yang tersedia di kawasan tersebut, Rabu (20/5/2026).

Beberapa pengguna jalan menilai tindakan tersebut menyebabkan jalur kendaraan menyempit dan menghambat aktivitas pelari serta masyarakat yang sedang berolahraga di area GBK. Padahal, menurut pengunjung, lokasi parkir resmi masih tersedia. Muncul dugaan bahwa kendaraan diparkir di badan jalan untuk menghindari biaya parkir, meskipun hal tersebut belum dapat dipastikan secara resmi.

“Pelari jadi harus turun ke tengah jalan karena area lewatnya tertutup kendaraan. Pengguna jalan juga ikut terhambat,” ujar salah satu pengunjung kawasan GBK.

Sejumlah warga juga menyoroti sikap petugas kawasan yang dinilai tidak tegas terhadap kendaraan tertentu. Menurut pengakuan pengunjung, kendaraan warga yang berhenti sebentar biasanya langsung ditegur, sementara kendaraan aparat justru dibiarkan terparkir di badan jalan dalam waktu lama.

“Kalau warga baru parkir lima menit biasanya langsung disuruh jalan, tapi kalau polisi parkir di badan jalan malah dibiarkan,” kritik salah satu pengunjung.

Di waktu yang sama, terdapat pula kegiatan otomotif dari BYD yang berlangsung di sekitar kawasan tersebut. Aktivitas event menyebabkan akses menuju Kopi Tuku menjadi lebih sulit dijangkau oleh pengunjung. Beberapa warga mengaku harus memutar arah atau berjalan lebih jauh karena sebagian akses tertutup kendaraan dan pengaturan acara.

Pengunjung mengeluhkan akses menuju gerai Tuku di area venue yang dinilai membingungkan dan kurang informatif. Salah satu pelanggan mengaku sempat kesulitan menemukan jalur masuk menuju gerai tersebut karena akses di Gate 5 tidak dapat dilalui. Kondisi ini dinilai merugikan pengunjung maupun pihak tenant karena berpotensi mengurangi kenyamanan dan jumlah pelanggan yang datang untuk menikmati kopi di lokasi acara.

“Saya ke Gate 5 tapi tidak ada akses jalan menuju Tuku, jadi saya berjalan lagi ke Gate 4 baru saya bisa masuk ke Tuku. Kasihan para pelanggan yang mau menikmati Kopi Tuku dan juga merugikan bisnis Tuku,” curhat Dul, salah satu penikmat Kopi Tuku.

Masyarakat berharap pengelola kawasan dan pihak terkait dapat menertibkan parkir kendaraan di badan jalan serta mengatur jalannya acara dengan lebih baik agar tidak mengganggu kenyamanan publik, khususnya bagi pejalan kaki, pelari, dan pengunjung area usaha di sekitar GBK.

Rekomendasi