800 Klaster Covid-19 Ada di Jakarta Setelah Lebaran, 1.400 Orang Positif

| 11 Jun 2021 13:12
800 Klaster Covid-19 Ada di Jakarta Setelah Lebaran, 1.400 Orang Positif
Zona Merah COVID-19 (jakartacorona.go.id)

ERA.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengungkapkan terdapat 800 klaster penularan virus Corona di wilayah Ibu Kota. Bahkan, dari 800 klaster itu, lebih dari 1.400 orang ditemukan positif Covid-19.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 dokter Alexander K Ginting menerangkan, penemuan klaster ini berarti bahwa contact tracing tingkat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di DKI Jakarta berjalan optimal.

“Artinya temuan klaster ini karena contact tracing di tingkat PPKM skala mikro berjalan dengan optimal,” tutur Alex dalam siaran pers tertulis yang diterima, di Jakarta, Jumat (11/6/2021).

Sehingga, menurut, dengan temuan ini maka para pendatang yang kembali dari luar daerah ataupun yang melakukan perjalanan dan dilakukan karantina. Di samping itu, jika ditemukan masyarakat yang reaktif Covid-19 lebih dari lima rumah bisa dilakukan mikro lockdown tingkat RT.

“Semua pendatang dari luar daerah di karantina, dan RT yang merah dilakukan mikro lockdown,” sambungnya.

Meski begitu, Alex menjelaskan ada beberapa faktor ditemukan banyaknya klaster yang menyebabkan kasus Covid-19 di DKI Jakarta masih tinggi.

“Pertama, mobilitas masyarakat di saat masa penyekatan pra dan pasca Lebaran. Sehingga kasus Covid-19 masih tinggi dan ditemukan klaster Covid-19,” sambungnya.

Alex pun mengatakan faktor berikutnya yaitu masyarakat juga mulai abai terhadap protokol kesehatan (prokes).

Bahkan, saat ini mobilitas masyarakat semakin tinggi yang menyebabkan angka positif Covid-19 semakin tinggi dari kumpul-kumpul di keramaian, penyelenggaraan hajatan, dan mengunjungi tempat wisata tanpa protokol kesehatan.

“Lalu, masyarakat semakin abai terhadap protokol kesehatan. Padahal, pandemi Covid-19 belum usai. Sehingga angka positif Covid-19 masih tinggi,” ujarnya.

“Ini akibat kumpul-kumpul di tempat-tempat umum tanpa protokol kesehatan, pelaksanaan hajatan, wisata tanpa protokol kesehatan juga jadi penyebab tingginya kasus Covid-19,” papar Alex menutup pembicaraan.

Rekomendasi