Tanggapi Aksi 411, PBNU: Hentikan Politik Identitas, Itu Pembodohan!

| 05 Nov 2022 14:00
Tanggapi Aksi 411, PBNU: Hentikan Politik Identitas, Itu Pembodohan!
Aksi 411 di sekitaran Patung Kuda Jakarta Pusat (Ilham Apriyanto/Era)

ERA.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau semua pihak untuk menghentingkan menggunakan agama untuk kepentingan politik. Hal ini menanggapi aksi 411 kemarin, sekaligus rencana reuni 212.

Wasekjend PBNU Rahmat Hidayat Pulungan mengatakan, gerakan-gerakan yang membawa agama dalam urusan politik berpotensi memecah belah bangsa.

"Untuk semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung kita minta untuk menghentikan semua gerakan yang memecah belah kesatuan bangsa. Kedepankan politik gagasan, stop politik identitas," Rahmat melalui keterangan tertulis, Sabtu (5/11/2022).

Dia menegaskan, politik identitas adalah aksi pembodohan kepada masyarakat. Merawat dendam hanya membuat bangsa ini kehilangan energi positifnya.

Bangsa yang besar akan mewarisi nilai-nilai kebaikan untuk generasi mudanya. Bukan menanamkan energi negatif. Politik identitas adalah kejahatan politik yang pada akhirnya menjadi kejahatan kemanusian.

"Kita sebagai Umat Islam harus ingat Kaidah Usul Fiqih yang selalu digunakan para ulama terdahulu kita yang telah bersusah payah membangun republik ini. Dar’ul mafasid, muqoddamun ala jalbi al masalih: bahwa 'Mencegah kerusakan lebih utama daripada mendatangkan kemaslahatan'," ucapnya.

Rahmat kembali meminta semua pihak untuk lebih dewasa dalam menjalani dinamika kebangsaan ini. Sebab faktanya, politik identitas hanya akan memecah belah bangsa.

"Kita perlu persatuan, kebersamaan akan membuat kita kuat sebagai bangsa," pungkasnya.

Rekomendasi