Ricuh, Pemilihan Waketum PSSI Diulang, Diduga Ada Manipulasi Suara

| 16 Feb 2023 16:07
Ricuh, Pemilihan Waketum PSSI Diulang, Diduga Ada Manipulasi Suara
Suasana protes dari voters terkait pemilihan umum Waketum PSSI (Twitter @Liga1match2022)

ERA.id - Panitia Kongres Luar Biasa Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (KLB PSSI) melakukan pemilihan Wakil Ketua Umum (Waketum) PSSI periode 2023-2027. Pemilihan ulang ini dilakukan karena banyak voters yang suaranya tidak dihitung atau merasa ada dugaan  manipulasi suara.

"Sementara itu banyak yang menulis nama Tisha, hilang. Ada yang menulis nama Sayuki, hilang. Ada yang nulis nama Riyadh hilang sehingga usul dari teman-teman ganti KP tapi Pak Iwan Bule (mantan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan) bilang, jadi mendengarkan wibawa Pak Ibul, hitung ulang (pemilihan Waketum PSSI)," kata Direktur Keuangan Persiba Balikpapan, Togar Manahan Nero Simanjuntak, di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/2023).

Togar menyebut KLB PSSI ini diselamatkan Iwan Bule. Dia menerangkan hilangnya suara pemilih ketika memilih calon Waketum PSSI membuat voters marah, namun hal itu tak sampai membuat adu fisik.

"Nggak ada fisik-fisik. Nggak ada cuma protes aja, tapi protesnya sangat keras," ucapnya.

Sebelumnya, KLB PSSI telah memilih posisi Waketum PSSI. Mereka adalah Zainudin Amali dan Yunus Nusi.

Dari hasil voting, Zainudin mendapat 66 suara. Sementara Yunus Nusi memperoleh 63 suara. Keduanya berhasil mengalahkan 14 calon waketum lainnya.

Ratu Tisha kalah karena hanya mendapat 41 suara.

Rekomendasi