Soal Piala Dunia U-20, Hasto: Jangankan Kelompok Kadrun, PDIP Juga Akan Menolak Timnas Israel

| 04 Apr 2023 22:11
Soal Piala Dunia U-20, Hasto: Jangankan Kelompok Kadrun, PDIP Juga Akan Menolak Timnas Israel
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (Antara)

ERA.id - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan, penolakan partainya terhadap kehadiran Tim Nasional (Timnas) Israel di ajang Piala Dunia U-20 tidak muncul secara tiba-tiba. Melainkan sudah melalui proses sejak 2022.

Hal ini menanggapi tudingan publik terhadap PDIP di keputusan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) yang membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

"Pada 17 Agustus 2022, kami berdiskusi di Lemhanas membahas lolosnya Israel dalam Piala Dunia U-20. Hasil diskusi itu adalah bahwa ini akan menjadi persoalan serius," ucap Hasto melalui keterangan tertulis, Selasa (4/4/2023).

Dia juga menjelaskan, saat Indonesia mengikuti proses bidding Piala Dunia U-20, sama sekali tak menduga bahwa Timnas Israel lolos.

"Saat bidding, tidak ada yang menyangka Israel ikut. Saya kemudian berinisiatif lobi, kebetulan mempelajari pemikiran geopolitik Soekarno," katanya.

Proses lobi kemudian berlanjut pada 23 Agustus 2022. Saat itu Hasto menginisiasi pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi. Dalam pertemuan itu dijelaskan berbagai resiko politik jika Timnas Israel ikut bermain di Indonesia.

Hasto juga meminta Retno untuk melobi negara Singapura. Tujuannya untuk memindahkan pertandingan Timnas Israel ke negara tetangga tersebut.

"Saya tegaskan, jangankan kelompok Kadrun, PDI Perjuangan pun akan menolak. Sikap kami ini sekaligus menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan karena agama. Atas dasar hal itu, kami usulkan kepada Menlu agar melobi Singapura, agar khusus pertandingan Israel diselenggarakan di Singapura, dan Indonesia tetap menjadi tuan rumah," paparnya.

Ketika itu, PDIP meyakini pemerintah bergerak cepat untuk mengatasi persoalan itu. Sehingga, partai berlambang banteng itu tak ragu memberikan dukungan terhadap penyelenggaran Piala Dunia U-20 di Indonesia.

Bahkan, PDIP rela memindahkan perayaan HUT ke-50 partainya yang awalnya digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) ke JIExpo Kemayoran.

Namun, pada November 2022, terjadi perubahan rejim di Israel yang dipimpin oleh kelompok sayap kanan. Atas kondisi tersebut, PDIP semakin serius menolak kehadiran Israel.

Sikap PDIP kembali disampaikan kepada pemirintah melalui Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Pratikno. Pesannya sama yaitu kehadiran Israel di Tanah Air berpotensi menimbulkan masalah serius.

"Terjadi perubahan kebijakan Israel dan sangat keras terhadap Palestina. Atas fakta ini, kembali dilakukan lobi ke Menlu dan Mensesneg untuk menegaskan seriusnya masalah tersebut," kata Hasto.

Lalu pada 14 Februaru 2023, Hasto bertemu dengan Dim Syamsuddin. Keduanya sama-sama mencari jalan keluar atas masalah kekerasan yang terjadi di Israel namun tetap menolak Israel bermain di Indonesia.

Lobi-lobi terus dilakukan untuk mencari jalan keluar guna menghindari kelompok tertentu yang mencari kesempatan untuk membenturkan PDIP dengan Pemerintah, atau Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Jokowi.

"Kami bergerak silent karena menghindari pihak luar mengadu domba kami dengan Pemerintah. Jadi apa yang disampaikan Ade Armando tidak tepat, karena sama sekali tidak benar dan kesimpulannya salah," kata Hasto.

Penolakan terhadap Israel makin masif. Pada saat itu ada banyak kajian terkait persoalan tersebut.

Salah satunya muncul informasi strategis bahwa rencana penolakan Israel akan ditunggangi oleh kelompok anti pemerintah dengan memunculkan 'pengantin' atau pasangan bom bunuh diri untuk menganggu keamanan.

“Skenario terburuk ketika U-20 berlangsung dengan kehadiran Israel, berbagai gangguan keamanan, bahkan bisa mengarah pada tuduhan pelanggaran konstitusi, yang berujung pada impeachment," kata Hasto.

"Bayangkan saja, Presiden Jokowi yang begitu berprestasi saja bisa dituduh macem-macem. Jadi para kader PDI Perjuangan membela Pak Jokowi, dan Beliau memang harus bersikap tegas agar U-20 tetap berjalan," tegasnya.

Proses lobi terus dilakukan pada 10 Maret 2023. Ketika itu, Hasto melakukan komunikasi intens dengan Menlu, Menseskab Pramono Anung, Menteri BUMN Erick Thohir, Menko Polhukam Mahfud MD hingga Menko PMK Muhadjir Effendy. Komunikasi dilakukan melalui WhatsApps.

Lalu pada 13 Maret 2023, PDIP tetap menyampaikan sikap partai secara diam-diam, untuk menghindari kelompok oportunis membenturkan PDIP dengan pemerintah.

"Dan itu bergulir hingga secara tiba-tiba, Saudara Arya Sinulingga mengumumkan pembatalan drawing tanpa konsultasi ke FIFA dan menyalahkan surat gubernur Bali," beber Hasto.

Oleh karena itu, Hasto membantah apabila penolakan PDIP terhadap Timnas Israel di Piala Dunia U-20 muncul setelah adanya sikap dari Gubernur Bali Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Apa yang disampaikan Bu Mega ke Pak Utut Adianto sebagai pemberian informasi terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan para kader Partai, dalam hal ini Sekjen melalui lobi-lobi ke Pemerintah," ucapnya.

"Sikap Partai tetap mendukung U-20 namun tanpa Israel. Hal ini juga dibuktikan dengan rencana peringatan bulan Bung Karno oleh partai yang awalnya 1 Juni 2024, diundur hingga tanggal 24 Juni 2023 setelah selesainya agenda FIFA,” beber Hasto.

Rekomendasi