Sentil Jokowi soal Indonesia Emas 2045, Megawati: Pak, Pak Kita Aja Lagi Ada Program Stunting

| 25 Jun 2023 11:55
Sentil Jokowi soal Indonesia Emas 2045, Megawati: Pak, Pak Kita Aja Lagi Ada Program Stunting
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri (Antara)

ERA.id - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyentil Presiden Joko Widodo terkait Indonesia Emas 2045. Menurutnya, untuk mewujudkan hal tersebut angka stunting di Tanah Air harus nihil.

Adapun yang dimaksud dengan Indonesia Emas 2045 yaitu, Indonesia akan genap berusia 100 tahun. Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara maju di tengah bonus demografi.

"Masak, Pak Jokowi sudah dengan semangat mengatakan pada saya, dengan semangat kepada rakyat, Indonesia itu tahun 2045 akan menjadi Indonesia emas," kata Megawati dalam pidatonya saat perayaan Bulan Bung Karno (BBK) di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (24/6/2023).

Mimpi itu lantas ditanggapi oleh Megawati dengan fakta masih tingginya angka stunting di Indonesia. Sedangkan harapan besar di tahun 2045 bisa terwujud apabila stunting sudah bisa ditangani oleh pemerintah.

"Lah, saya ketika bertemu beliau, 'pak, pak, kita saja lagi ada program stunting, ini musti nol pak, enggak ada lagi anak bangsa yang stunting pak, gimana caranya?" kata Megawati.

"Mengerti tidak to apa stunting itu? Kurang gizi. Akibatnya apa? Nanti anaknya jadi kerdil, jadi cebol, tidak bagus pertumbuhannya, maka pikirannya, otaknya pun tidak baik," paparnya.

Oleh karenanya, dia mengajak para kader PDIP untuk membantu pemerintah memberantas stunting. Menurutnya, semua pihak harus bergotong royong jika ingin mewujudkan Indonesia Emas.

"Karena itulah mari kita bergerak bersama dgn gampang menyisir kampung-kampung kolong jembatan, cari anak-anak yg tidak berpunya yg menjadi yatim piatu yang sekaranb ibu pun meminta PDI perjuangan bergerak di dalam soal stunting," kata Megawati.

Lebih lanjut, Megawati juga meminta untuk terus begerak untuk turun ke bawah. Dia mengingatkan kembali pernyataan Presiden pertama Republik Indonesia. Bahwa ‘Tuhan bersemayam di gubuknya si miskin’.

"Karena apa kata Bung Karno, di dalam gubuknya rakyat miskin itulah energi perjuangan kepartaian berasal dan Tuhan bersemayam di gubuknya rakyat-rakyat miskin," ujar Presiden kelima RI itu.

Rekomendasi