Legislator Sebut Asap Pabrik Jadi Penyumbang Polusi Udara Jakarta, Ditambah Musim Kemarau

| 08 Aug 2023 22:36
Legislator Sebut Asap Pabrik Jadi Penyumbang Polusi Udara Jakarta, Ditambah Musim Kemarau
Ilustrasi - Warga melintas dengan latar belakang gedung-gedung di Jakarta, Rabu (11/8/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww

ERA.id - Anggota Komisi B DPRD DKI M Taufik Zoelkifli menyebutkan asap dari cerobong pabrik menjadi penyumbang polusi udara di Jakarta.

"Tidak menutup kemungkinan polusi udara ini berasal cerobong industri-industri di Jabodetabek ditambah musim kemarau yang membuat debu tidak tercuci hujan," kata Taufik saat dikonfirmasi di Jakarta dikutip dari Antara, Selasa (8/8/2023).

Dia mengaku turut prihatin dengan Jakarta yang dinyatakan sebagai kota paling berpolusi pada Senin (7/8) berdasarkan data Indeks Kualitas Udara (AQI) Ai pada angka 164 secara akumulatif.

Dari data itu, dia berharap Pemerintah Provinsi DKI mempercepat konversi kendaraan berbasis disel menjadi kendaraan berbasis listrik serta menambah jalur sepeda dan pejalan kaki.

Dalam akhir keterangannya, Taufik berharap masyarakat sebagai pengguna kendaraan turut sadar bahwa penyumbang polusi udara juga berasal dari padatnya lalu lintas. Maka dari itu, dia berharap masyarakat memanfaatkan transportasi umum untuk mobilitas sehari-hari.

Kurangi batu bara

Dinas Lingkungan Hidup DKI mengusulkan pabrik mengurangi pemakaian batu bara sebagai bahan bakar untuk menjaga kualitas udara di Ibu Kota.

"Bukan pabriknya dipindah kali ya, tapi untuk yang masih menggunakan bahan bakar dari batu bara sebaiknya diganti dengan gas," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto saat ditemui di Jakarta, Selasa.

Asep menuturkan solusi mengganti batu bara dengan memanfaatkan gas merupakan upaya untuk mengurangi emisi yang dihasilkan dari batu bara.

Meski batubara terbilang murah, namun jika digunakan terus menerus  akan menyumbangkan polusi udara, kata Asep.

Terlebih, menurut dia, pabrik mempunyai nilai investasi untuk pertumbuhan ekonomi di Jakarta sehingga tidak dengan mudahnya bisa berpindah ke tempat lain.

"Bagaimanapun kan pabrik itu mempunyai nilai investasi dan ekonomi untuk pertumbuhan ekonomi Jakarta," jelasnya.

Dengan demikian, Asep menuturkan sebaiknya pemilik maupun pengelola pabrik mulai menyadari akan pentingnya menjaga kualitas udara di Ibu Kota demi kenyamanan bersama.

“Sebentar lagi kami juga intens dengan Polda Metro Jaya untuk pengenaan tilang kendaraan yang tak lolos uji emisi,” ujarnya.

Rekomendasi