Luhut: Jelas Golkar Tak Bisa Calonkan Presiden atau Wapres, Konsentrasi di Legislatif

| 15 Aug 2023 10:49
Luhut: Jelas Golkar Tak Bisa Calonkan Presiden atau Wapres, Konsentrasi di Legislatif
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Dok. Amnesty Indonesia)

ERA.id - Politikus senior Partai Golkar, Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi sikap Airlangga Hartarto cs yang mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

"Kalau Golkar sudah menentukan sikap, saya kira bagus, nggak ada masalah," kata Luhut di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin kemarin.

Menurut Luhut, dengan keputusan itu, maka Partai Golkar tidak bisa mencalonkan kader partainya sebagai bakal capres maupun bakal cawapres. Sehingga, Partai Golkar harus berkonsentrasi di pemilu legislatif.

"Saya kira keputusan Golkar untuk bergabung dengan koalisi Gerindra, ya, sudah ada keputusan. Jadi, ini sudah jelas bahwa Golkar tidak bisa mencalonkan presiden atau wapres, nggak apa. Ya, sekarang konsentrasi di legislatif," ujarnya.

Menurut Luhut, hal itu akan mendorong kekompakan dalam tubuh Partai Golkar, sehingga partai itu bisa fokus mempertahankan atau meningkatkan jumlah perolehan kursi parlemen.

Saat ditanya terkait soliditas Partai Golkar, Luhut menegaskan bahwa perbedaan dalam internal partai merupakan hal yang biasa terjadi.

Dia mengaku sudah berbicara kepada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto untuk terus menjaga kekompakan dan soliditas partai.

Sebelumnya, Minggu (13/8), Partai Golkar bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berkoalisi dengan Partai Gerindra mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai bakal capres untuk Pilpres 2024.

Penandatanganan kerja sama politik itu dilaksanakan di Museum Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu.

Dalam pidatonya, Airlangga Hartarto menyebut alasan partai berlambang pohon beringin itu memberikan dukungan ialah karena Prabowo lahir dari rahim Partai Golkar, sehingga memiliki pandangan yang searah, sejalan, dan setujuan dengan Partai Golkar.

Rekomendasi