Relawan Prabowo Duga Hasto PDIP Aktor Intelektual di Balik Isu Tampar dan Cekik Wamentan

| 21 Sep 2023 15:26
Relawan Prabowo Duga Hasto PDIP Aktor Intelektual di Balik Isu Tampar dan Cekik Wamentan
Ketua Umum Prabowo Mania 08, Immanuel Ebenezer atau Noel. (Sachril/ERA).

ERA.id - Ketua Umum Prabowo Mania 08, Immanuel Ebenezer atau Noel mengaku juga akan melaporkan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto ke PDIP terkait isu bakal calon presiden (bacapres) Prabowo Subianto menampar dan mencekik Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi.

"Hasto juga bagian yang akan kita laporkan, tapi kita lagi menyiapkan, merumuskan langkah-langkah hukum seperti apa. Tapi yang pasti kita akan melaporkannya," kata Noel di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (21/9/2023).

Terkait kapan Hasto akan dilaporkan, Noel tak menjelaskannya. Dia hanya menerangkan ada tiga orang yang akan dilaporkan pada hari ini, yakni pemimpin redaksi Seword TV Alifurrahman, pemilik akun YouTube Kanal Anak Bangsa TV, Rudi S Kamri, dan Ade Kurniawan dari Logika Katalog.

Noel pun menyebut Hasto akan dilaporkan karena Sekjen PDIP ini diduga melegitimasi kejadian tersebut.

"Apalagi beliau bilang nggak mungkin nggak ada api tanpa asap atau tidak ada asap tanpa api, kayak gitu-gitu lah. Artinya kita melihat jangan-jangan Hasto dibalik narasi kotor ini, narasi hoaks ini, jangan-jangan beliau aktor intelektualnya," ucap Noel.

Sebelumnya, Prabowo Subianto membantah jika dirinya menampar dan mencekik Harvick di rapat kabinet. Prabowo mengatakan hal itu di acara "Tiga Bacapres Bicara Gagasan" di Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (19/9).

"Saya juga kaget. Itu jelas tidak benar. Tidak pernah ada rapat. Saya juga jarang bertemu Wamentan. Urusan sepintas saja. Aku ini menteri jadi urusannya sama menteri. Hubungan saya dengan Pak Yasin Limpo (Mentan)," ujar Prabowo.

Bacapres dari Koalisi Indonesia Maju itu tak tahu penyebab munculnya kabar itu. Apalagi ia mengaku merasa sudah sering difitnah.

"Saya tidak mengerti ini ulah siapa. Saya ini sudah pernah difitnah lebih gawat lagi. Mau kudeta lah, enggak tahu juga, mungkin muka saya muka kudeta," kata Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Rekomendasi